Februari 3, 2015 at 2:16 pm 1 komentar

“A” dan “Gama”

Dianing Widya, penulis sastra dan pegiat sosial, @dianingwy

 

SETIAP orang membutuhkan Tuhan dan agama hadir sebagai sarana menuju-Nya. Perjalanan rohani menuju Tuhan itulah idealnya diikuti gerak tubuh yang serba mulia: menghargai pilihan orang lain, tanpa mengganggu pilihan itu.  Hal ini sejalan dengan terminologi agama dalam bahasa Sanskerta: “a” (tidak) dan “gama” (kacau) alias tidak kacau.

Sayangnya sepanjang sejarahnya, agama justru seolah melahirkan kekacauan. Hubungan tak harmonis sesama manusia sering dipacu karena perbedaan agama. Bahkan dalam satu agama pun ada perbedaan mahzab atau ritual yang tak jarang menimbulkan perpecahan. Di Indonesia, misalnya,  begitu banyak persoalan muncul: mulai dari persoalan perbedaan mazhab atau aliran dalam satu agama hingga ketegangan antara satu pemeluk agama dengan pemeluk agama lain.

Itu belum lagi laku tertentu dari orang-orang mengatasnamakan nama agama yang melakukan kericuhan, semisal menyerang hal-hal yang mereka anggap tidak sesuai dengan standar moral agama mereka. Belum lama ini, di Aceh, seorang dosen Universitas Islam Negeri Ar Raniry, Rosnida Sari, dikecam banyak pihak karena membawa mahasiswanya ke gereja untuk belajar tentang gender dalam perspektif Kristen dari tokoh agama itu sendiri.

Hal semacam ini menjadi ketegangan yang tidak produktif. Orang kemudian sibuk mengecam dan mencemooh sang dosen, bahkan menuduhnya melakukan misi pendangkalan akidah. Ironisnya, kaum terpelajar pun – yang diyakini bisa berpikir dan bertindak rasional — ikut-ikutan berada dalam barisan pengecam itu. Mereka seolah tidak bisa melihat bahwa apa yang dilakukan dosen itu tak lebih dalam konteks akademik, tidak ada hubungan sama sekali dengan persoalan keimanan.

Di level dunia, kekacauan yang ditimbulkan karena mengatasnamakan atau membawa-bawa nama agama – atau setidak-tidaknya diduga terkait dengan agama – sangat sering terjadi. Kasus terbaru adalah penyerangan terhadap kantor majalah satire Charlie Hebdo di Perancis. Penembakan itu, seperti dilansir berbagai media, mengakibatkan 12 orang meninggal dunia dan sejumlah lain terluka.

Sebelum terjadi penembakan, Charlie Hebdo baru saja mencuit kartun tentang pemimpin kelompok militan Negara Islam (IS/ISIS), Abu Bakr al-Baghdadi. Kartun itulah yang diduga menyebabkan amarah para pendukung Baghdadi. Sebelumnya kantor berita itu pernah dilempari bom pada November 2011, sehari setelah memuat karikatur Nabi Muhammad. Tak hanya Islam yang jadi bahan ‘ledekan’ mereka, juga agama lain.

Penyerangan dan penembakan itu tentu saja harus dikecam. Apa pun alasannya, tidak bisa ditoleransikan menyelesaikan persoalan dengan kekerasan. Dari sisi lain, tindakan majalah itu juga berlebihan dan sangat berpotensi menimbulkan ketegangan dengan para pemeluk agama. Sebab, persoalan agama sangat sensitif. Dalam konteks itu menjadi wajar pemeluk agama tertentu menjadi marah karena junjungannya merasa dilecehkan. Persoalannya bagaimana cara yang rasional meluapkan kemarahan itu, yang tidak anarkis.

Ada satu nasehat Nabi Muhammad yang termasyur: sayangilah musuhmu atau mereka yang membencimu. Jadi, umat muslim mestinya tak ikut terpancing bertindak brutal. Kita bisa saja menganggap mereka sebagai orang yang perlu dikasihani dan telah bertindak bodoh dengan mengolok-ngolok tokoh-tokoh agama.  Pada merekalah sesungguhnya kita bisa berterimakasih, karena ada yang mau menguji kekuatan iman dan akhlak mulia kita.

Sikap semacam ini bisa dipraktekkan dalam konteks apa saja dan di mana saja. Dengan demikian, ketegangan antar pemeluk agama maupun antara pemeluk agama dengan pihak-pihak yang melecehkan agama, bisa dihindari. Sebab, ketegangan itu tidak membawa keuntungan apa-apa bagi kita, justru memperburuk keadaan. Lebih baik kita cuekin, abaikan, dan lama-lama mereka akan lelah lalu berhenti sendiri.

Dengan begitulah, salah satu caranya, kekacauan bisa dihindarkan.

Entry filed under: Opini. Tags: .

Charlie Hebdo Rumah di Atas Kuburan

1 Komentar Add your own

  • 1. jacoberestejacob  |  Februari 4, 2015 pukul 8:10 am

    Orang yang mempersoalkan agama, itu tandanya dia belum menjalankan agama.

    Agama itu sangat pribadi. Jacob Ereste

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Februari 2015
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

TELAH DIBACA

  • 101,574 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy

  • RT @Gratciaschannel: Yesus itu org yahudi sisbro:))) musti benci yahudi krn menyalibkan yesus? Dia aja bilang maafkan mrk krn mrk tdk tahu… 2 days ago
  • RT @arman_dhani: Buat yang melarang ibadah umat kristen di Sabuga. "Dia yang bukan saudaramu dalam iman adalah saudaramu dalam kemanusiaan"… 3 days ago
  • RT @spirit_kita: 5 Des.2016 Spirit Kita dapat donasi Rp 25.000 dari sahabat @spirit_kita langsung ke @dianingwy . Terimakasih sahabat 4 days ago
  • Ganti chanel aja deh, nonton serial India. Lebih seru ketimbang sidang pergantian ketua akom ke papa minta jabatan. 1 week ago
  • Harapan @spirit_kita bisa melihat anak miskin, kelak mendapatkan/menciptakan kehidupan layak, hingga mengurangi sedikit angka kemiskinan. 1 week ago

%d blogger menyukai ini: