Ibadah Sosial

Maret 27, 2014 at 12:39 pm Tinggalkan komentar

Ibadah Sosial

Rabu, 19 Maret 2014 | 03:18 WIB

TEMPO.CO, Jakarta – Dianing Widya, novelis dan pegiat sosial

INDONESIA, dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, seharusnya menjadi sebuah negara yang nyaman dan tenteram, sekaligus terdepan. Watak agama (Islam), yang memuliakan seluruh makhluk, selayaknya membuat penganutnya memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial yang tinggi, sebagai perwujudan ibadah. Ibadah dimaksud bukan hanya yang bersifat vertikal (hubungan manusia dengan Tuhan), tapi juga ibadah yang berdimensi sosial (hubungan manusia dengan manusia).

Ibadah yang terbaik pastilah yang punya dua dimensi sekaligus. Tidak hanya perwujudan takwa kepada Tuhan, tapi sekaligus juga memiliki nilai-nilai kasih sayang terhadap sesama. Misalnya, orang boleh saja 10 kali berhaji. Namun, tanpa kepedulian terhadap sekitarnya, makna ibadahnya menjadi hambar. Selain itu, ibadah tidak perlu terjebak dalam materialisme atau kebendaan.

Kualitas ibadah lebih ditentukan oleh hati yang terpancar melalui sikap dan perilakunya. Sebab, tak jarang orang beribadah terjebak dalam riya’. Misalnya, kesalehan diri dimaknai dengan busana yang melekat pada tubuh, ucapan-ucapan khas ke-Arab-araban, naik haji atau umrah berkali-kali, hingga membikin masjid besar-besar dan megah. Padahal, tiap kali masuk waktu salat, masjid kosong-melompong. Akibatnya, masjid pun mengalami pergeseran makna. Ia menjadi tempat untuk pernyataan identitas. Ditambah lagi, secara berkala, masjid itu mengadakan tablig akbar dengan mengundang ustad selebritas, yang menguras uang tak sedikit. Sedangkan tak jauh dari masjid, banyak anak putus sekolah, anak telantar, orang miskin, yatim piatu, serta kaum duafa.

Kemajuan teknologi memang mendorong manusia terbawa ke arus pencitraan/gaya hidup. Beribadah bukan lagi sebagai ruang komunikasi antara makhluk dan khaliknya. Ibadah bukan lagi dimaknai sebagai hubungan antara seseorang dan Tuhan hingga orang lain tak perlu tahu. Sebaliknya, ibadah justru dirayakan, bahkan diiklankan.

Televisi berperan besar pada pergeseran nilai-nilai spiritual semacam itu. Masyarakat dibanjiri program-Ibadah Sosial

Rabu, 19 Maret 2014 | 03:18 WIB

Entry filed under: Opini. Tags: .

Terkikisnya Kesadaran Malaikat Penolong

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Maret 2014
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

TELAH DIBACA

  • 101,574 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy

  • RT @Gratciaschannel: Yesus itu org yahudi sisbro:))) musti benci yahudi krn menyalibkan yesus? Dia aja bilang maafkan mrk krn mrk tdk tahu… 2 days ago
  • RT @arman_dhani: Buat yang melarang ibadah umat kristen di Sabuga. "Dia yang bukan saudaramu dalam iman adalah saudaramu dalam kemanusiaan"… 3 days ago
  • RT @spirit_kita: 5 Des.2016 Spirit Kita dapat donasi Rp 25.000 dari sahabat @spirit_kita langsung ke @dianingwy . Terimakasih sahabat 4 days ago
  • Ganti chanel aja deh, nonton serial India. Lebih seru ketimbang sidang pergantian ketua akom ke papa minta jabatan. 1 week ago
  • Harapan @spirit_kita bisa melihat anak miskin, kelak mendapatkan/menciptakan kehidupan layak, hingga mengurangi sedikit angka kemiskinan. 1 week ago

%d blogger menyukai ini: