Memahami Kitab Suci, Menopang Toleransi

April 8, 2013 at 11:54 am 2 komentar

 

 

 

 

Judul Buku             :  Sejarah Kitab-kitab Suci

Penulis                    :  Mukhlisin Purnomo

Penerbit                  :  Forum

Terbit                      :  Desember 2012

Tebal buku             :  364 +(v) halaman

DARI berbagai agama atau keyakinan di bumi, Yahudi, Kristen dan Islam paling sering mengalami pergesekan. Hal itu terjadi karena ketiga agama ini merupakan agama wahyu. Sementara agama politeisme –  semisal Hindu, Buddha, Shinto dan Yunani Purba – jarang terdengar terjadi gesekan-gesekan, baik di antara para pemeluknya maupun dengan agama lain.

 

Agama memang berkembang dengan fanatisme masing-masing.  Sehingga muncul anggapan  bahwa keyakinan agamanya yang paling benar. Fanatisme berlebihan kemudian melahirkan kemelut antar umat. Agama tak lepas dari imajinasi dan campur tangan penguasa atau ulama. Tak jarang agama berkembang menjadi alat untuk meraih kekuasaan, serta dekat dengan obyek komoditi.

Sesungguhnya, semua agama sekaligus kitabnya mengajak manusia untuk berbuat baik. Islam, misalnya, mengatakan dengan “Al-Islam” (selamat). Dengan kata lain, agama adalah jalan menuju kesalamatan, yang mengarahkan pemeluknya untuk berbuat baik terhadap Tuhan dan sesama makhluk

 

Tentu, jalan keselamatan  tidak hanya monopoli satu agama tertentu. Kitab-kitab suci yang turun, dalam semua agama, kemudian membentangkan jalan kebaikan dan cahaya bagi manusia. Namun, buku ini lebih berfokus membahas kitab-kitab agama wahyu, terutama yang turun di jazirah Arab.

 

Ini bisa kita pahami karena semua agama wahyu memang turun di sana. Sebab, di sana sebelum agama-agama itu turun memang banyak persoalan. Di Mesir, misalnya, jauh sebelum turunnya kitab Taurat, bani Israel merupakan kaum yang hidup dalam serba ketakutan. Bani Israel menjadi obyek dari kekejaman, sikap kesewenang-wenangan raja Firaun. Mereka berada di masa-masa perbudakan, dengan menjadi budak oleh orang Mesir.

 

Kepercayaan orang Mesir waktu itu adalah pengabdian kepada para dewa, dengan pendheta sebagai perantara. Karena bersinggungan dengan ilmu magis dan sihir, pendheta menjadi sosok penting. Mereka sering dimanfaatkan para penguasa Mesir untuk menjaga kepatuhan rakyat.

 

Memang, agama yang berkembang di sana adalah penyembahan terhadap dewa-dewa. Mereka menyembah dewa matahari, dewa bulan, dewa Osiris (hakim alam baka), dewi Isis (dewi kecantikan, istri Osiris), dewa Aris (dewa kesuburan) dan dewa Anubis (dewa kematian).

 

Untuk mengatur kehidupan Mesir, serta mengembalikan martabat bani Israel, Tuhan menunjuk Musa, dengan segala pembangkangan umat waktu itu. Di dalam kekacauan umat, memang selalu turun nabi diiringi dengan turunnya kitab. Misal kitab Taurat, yang  diturunkan dengan bentuk lebih sempurna ketimbang kitab-kitab sebelumnya, yakni kitab-kitab kebijaksanaan, kidung dan lainnya .

 

Taurat lalu berkembang menjadi hal penting bagi kewibawaan Yahudi. Yahudi pun menggunakan Taurat sebagai pernyataan diri sebagai Yudaisme secara keseluruhan. Taurat (mengajarkan, mengarahkan) turun kepada Musa berupa tulisan di atas dua loh batu di Gurun Sinai. Berisi sepuluh perintah dan terbagi dalam dua bagian.

 

Bagian pertama mengajarkan kepada bangsa Israel bagaimana cara berhubungan antara manusia dengan Tuhan. Bagian kedua berisi hubungan manusia dengan sesama.

Perjalanan Taurat sangat erat kaitannya dengan sejarah Israel setelah Nabi Sulaiman. Sepeninggal Sulaiman, kerajaan pecah menjadi dua, yaitu bagian utara dan selatan. Kerajaan bagian utara dinamakan Israel, terdiri sepuluh suku bani Israel, dipimpin raja Yeroboam. Ibukota kerajaan berpindah-pindah dari Sikhem, Pnuel, Tirza hingga Samaria. Bagian selatan dinamakan Yehuda, terdiri dua suka bani Israel, dengan raja Rehabeam beribukota di Yerussalem.

 

Tak hanya Zabur, tentu, yang dibahas dalam buku setebal 364 halaman ini. Di saini juga membahas Kitab Zabur. Pada bagian ini, pembaca disuguhi gambaran kondisi tempat kelahiran Daud, beserta biografinya. Di halaman-halaman berikutnya, kita juga disuguhi sejarah tentang kitab Injil dan Alqur’an. Pembaca dibawa ke masa-masa kehidupan Isa serta Muhammad.

 

Mukhlisin Purnomo, penulis buku ini, mengajak pembaca menelusuri kembali abad-abad silam. Bahasanya yang mengalir, membuai pembaca seperti ikut serta ke dalam masa-masa para nabi dan turunnya kitab-kitab. Buku ini menjelaskan dengan rinci sejarah dan perjalanan setiap kitab.

 

Buku ini sangat penting di baca olah siapa pun sehingga jadi tahu khasanah dan kebijaksaan beragam agama sekaligus kitabnya. Sehingga pengetahuan dan pemahaman itu bisa menjadi modal untuk terus menopang bangungan toleransi. Sebab, agama sekaligus kitab-kitabnya punya peran luhur dalam membentuk watak dan karakter manusia.

 

Lebih dari pada itu, dengan memahami agama-agama lain, sehingga kita bisa memandang agama dengan cara yang lebih terbuka dan tidak kaku. Sebab agama bukanlah pelurusan jalan hidup umat semata. Bukan juga alat untuk menghambat, melarang umat, apalagi menyesatkan atau mengafirkan orang lain. Cita-cita murni agama adalah mewujudkan kehidupan harmonis antara sesama.

 

Meskipun Mukhlisin Purnomo dalam pengantarnya mengatakan bahwa ia Cuma ingin memaparkan kitab suci dari sisi sejarahnya, namun kenyataannya buku ini menjadi oase bagi pembaca:  biarpun nama dan waktu turunnya berbeda, semua agama dan kitab itu berasal dari sumber yang sama. Tuhan Yang Maha Esa.

 

Dianing Widya, novelis dan penggiat sosial di Spirit Kita

Sumber  hariandetik.com, Sabtu  30 Maret 2013

 

Entry filed under: Resensi Buku. Tags: .

Satpam Kami Mengurai Ketegangan Antar Agama

2 Komentar Add your own

  • 1. merlyn  |  Mei 2, 2013 pukul 5:25 pm

    keren!

    Balas
  • 2. Ar Tabina  |  Januari 2, 2014 pukul 4:41 pm

    Buku ini sangat bermanfaat, menunjukkan titik temu salah satu sebab terjadinya gesekan antar agama. Memahami perbedaan seharusnya menjadikan kita pandai dalam menghargai dan menyesuaikan diri.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

April 2013
S S R K J S M
« Jan   Jun »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

TELAH DIBACA

  • 101,574 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy

  • RT @Gratciaschannel: Yesus itu org yahudi sisbro:))) musti benci yahudi krn menyalibkan yesus? Dia aja bilang maafkan mrk krn mrk tdk tahu… 2 days ago
  • RT @arman_dhani: Buat yang melarang ibadah umat kristen di Sabuga. "Dia yang bukan saudaramu dalam iman adalah saudaramu dalam kemanusiaan"… 3 days ago
  • RT @spirit_kita: 5 Des.2016 Spirit Kita dapat donasi Rp 25.000 dari sahabat @spirit_kita langsung ke @dianingwy . Terimakasih sahabat 4 days ago
  • Ganti chanel aja deh, nonton serial India. Lebih seru ketimbang sidang pergantian ketua akom ke papa minta jabatan. 1 week ago
  • Harapan @spirit_kita bisa melihat anak miskin, kelak mendapatkan/menciptakan kehidupan layak, hingga mengurangi sedikit angka kemiskinan. 1 week ago

%d blogger menyukai ini: