Napak Tilas ke Jakarta Tua

Juli 5, 2012 at 6:12 am Tinggalkan komentar

 

 

Judul buku     :  Kota Tua punya Cerita

Editor             :  Lilie Suratminto

Mulyawan Karim

Penerbit         :  Penerbit Buku Kompas, Jakarta, Maret 2012

Tebal              :  116 + (xii) halaman

 

JAKARTA kini sudah cukup tua. Pada 22 Juni 2012, kota ini akan merayakan ulang tahun ke 485. Nah, di balik kemeriahan dan berbagai persoalan yang melingkupinya, menyimpan warna lain yang sangat menarik, yakni kota tua. Kota tua terletak di Jakarta Kota atau kerap disebut juga dengan Kota. Wilayah Kota Tua memiliki aroma “magis” tersendiri, dibanding wilayah kota Jakarta lainnya. Melangkah ke kota tua, kita seperti masuk sebuah lorong untuk menelusuri jejak sejarah Jakarta.

Sejarah Jakarta dimulai pada 1527. Pelabuhan kerajaan Pajajaran yakni Sunda Kelapa menjadi kota Jayakarta. Namun pada 1619, kota itu dibumihanguskan oleh Belanda. Dari Jayakarta, lalu  lahirlah Batavia. Kota ini adalah pusat pemerintahan VOC dan Hindia Belanda. Nah, Kota, adalah peninggalan terpenting dari sejarah tua Jakarta.

Di sana banyak jejak yang bisa mengantar kita pada sejarah Jakarta. Ada Stasiun Jakarta Kota, Museum Bank Mandiri, Museum Bank Indonesia, Museum Sejarah Jakarta, Museum Keramik dan Seni Rupa, Museum Wayang, Toko Merah, dan lain-lain. Di sana terdapat sebuah alun-alun besar, yang kerap menjadi tempat nongkrong warga.

Kota Tua juga memiliki banyak mitos. Salah satunya cerita yang berkembang di tengah masyarakat tentang Si Jagur, meriam warisan Portugis. Meriam ini “dikeramatkan” oleh masyarakat Batavia, karena dapat membuat perempuan yang ingin punya anak, bisa hamil.

Keunikan Kota Tua membuat ia seolah menjadi wilayah istimewa di DKI Jakarta.  Sejatinya, selain kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta hanya terbagi dalam lima wilayah yakni Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Barat dan Jakarta Timur. Kota Tua, kendati masuk ke wilayah Jakarta Barat, seolah berada di luar wilayah itu. Ia seperti punya “kerajaan” sendiri, sebagai kota dari masa lalu.

Buku setebal 116 halaman ini mengisahkan jejak masa lampau Kota Tua dengan rinci. Pengungkapannya yang ringan, disertai foto-foto dan ilustrasi, membuat kita bisa membayangkan kejayaan Kota Tua pada masa lampau. Pada satu ketika, kita seperti hadir di Pelabuhan Sunda Kelapa, yang berdiri pada zaman kerajaan Sunda.

Kita pun seolah ikut menyaksikan Pelabuhan Sunda Kelapa yang kemudian tumbuh menjadi kota pelabuhan antar bangsa dengan nama Jayakarta. Kita juga diperkenalkan banyak istilah tentang wilayah kota tua, seperti Batavia Lama (Oud Batavia) dan BEOS,  yang merupakan kependekan dari nama perusahaan kereta api zaman kolonial.

Kini kawasan kota tua menjadi salah satu objek menarik bagi wisatawan, baik lokal maupun luar negeri. Untuk pengunjung dari luar negeri, separuhnya adalah dari Belanda. Ini tentu bisa memaklumi mengingat arsitek dari Kota Tua adalah nenek moyang orang-orang Belanda itu. Belandalah yang memberi nama Kota Tua  dengan sebutan Oud Batavia atau Batavia Lama.

Buku “Kota Tua Punya Cerita” ini terdiri 15 bab.  Masing-masing bab mengisahkan seluk beluk sejarah Kota Tua. Bab pertama  membawa kita pada bangunan Museum Sejarah Jakarta. Lokasinya bersebarangan dengan Cafe Batavia yang berada di sisi utara Taman Fatahillah.  Dilengkapi dengan foto bangunan yang memanjang dengan banyak jendela, khas arsitektur Belanda. Pada atap gedung terdapat beberapa bentuk miniatur rumah yang berjajar.

Sebelumnya Museum Sejarah Jakarta digunakan sebagai gedung balai kota Batavia, pada awal abad 20. Pemerintahan Batavia  dulu berpusat di gedung ini hingga tahun 1913. Pada 1919,  Pemerintahan Batavia  pindah ke Jalan Merdeka Selatan, setelah sebelumnya pindah ke Tanah Abang.

Dalam bab ini kita juga akan tahu bahwa gedung yang terletak melintang di antara Jalan Pintu Besar Utara dan Jalan Pos Kota – Jalan Lada ini  dibangun pada masa kekuasaan Gubernur Jenderal Joan Van Hoorn (1704-1709). Gedungnya sendiri diresmikan oleh penggantinya, Abraham Riebeeck. Gedung ini dibangun untuk menggantikan balaikota lama yang dibangun oleh pendiri Batavia, Jenderal Jan Pieterszoon Coen.

Empat belas bab berikutnya menuturkan hal-hal  yang tak terduga oleh kita.  Ada cerita Batavia, yang ternyata merupakan Bandar termegah Asia Tenggara di zamannya. Kemegahan itu bisa kita telusuri dengan adanya bangunan gedung megah peninggalan Belanda, deretan rumah Tionghoa, masjid Arab – Betawi serta  perkampungan yang berusia lebih dari lima abad.

Ada juga kisah kuburan Kapitan Souw Beng Kong pada awal abad ke 20 yang lama terbengkalai, kemudian dipugar. Sampai sekarang makam tersebut sering dikunjungi etnis Tionghoa.

Di bab lain lagi kita disajikan tentang keberadaan ruang penjara bawah tanah di gedung Balaikota Batavia Lama, yang sekarang menjadi bagian dari Museum Sejarah Jakarta. Tak ketinggalan juga cerita sebuah masjid yang konon dibuat hanya dalam waktu semalam. Kita benar-benar disuguhi beragam kisah yang memperlihatkan betapa Jakarta tempo doeloe sebuah kota yang jaya. Kejayaan Batavia melampaui Singapura, Penang, Malaka, juga Saigon.

Sayangnya, pemerintah dinilai kurang serius melestarikan dan menangani Kota Tua. Padahal jika eksotisme Kota Tua dikelola lebih baik lagi, bukan hanya membuat aset sejarah makin terawat, juga mendatangan sumber devisa. Seharusnya kita bisa belajar bagaimana negeri-negeri lain mengelola peninggalan sejarah mereka. Contoh terdekat adalah Singapura, Kuala Lumpur, Penang dan Malaka. Aset sejarah mereka mampu memberi manfaat bagi negara juga masyarakat sekitarnya.

 

DIANING WIDYA, novelis, pengelola Lembaga Sosial Spirit Kita.

sumber  : detik.com,  Sabtu 30 Juni 2012

Entry filed under: Resensi Buku. Tags: .

Berpuisi Lagi Salma

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Juli 2012
S S R K J S M
« Jun   Okt »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

TELAH DIBACA

  • 101,574 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy

  • RT @Gratciaschannel: Yesus itu org yahudi sisbro:))) musti benci yahudi krn menyalibkan yesus? Dia aja bilang maafkan mrk krn mrk tdk tahu… 2 days ago
  • RT @arman_dhani: Buat yang melarang ibadah umat kristen di Sabuga. "Dia yang bukan saudaramu dalam iman adalah saudaramu dalam kemanusiaan"… 3 days ago
  • RT @spirit_kita: 5 Des.2016 Spirit Kita dapat donasi Rp 25.000 dari sahabat @spirit_kita langsung ke @dianingwy . Terimakasih sahabat 4 days ago
  • Ganti chanel aja deh, nonton serial India. Lebih seru ketimbang sidang pergantian ketua akom ke papa minta jabatan. 1 week ago
  • Harapan @spirit_kita bisa melihat anak miskin, kelak mendapatkan/menciptakan kehidupan layak, hingga mengurangi sedikit angka kemiskinan. 1 week ago

%d blogger menyukai ini: