Mengolah Tembakau menjadi Obat

Mei 21, 2012 at 2:33 pm 4 komentar

 

Dianing Widya, novelis dan  pengelola lembaga sosial Spirit Kita (spiritkita.org)

 

PAPAN reklame rokok begitu menyedot mata di setiap sudut, di kota maupun desa, juga media massa. Jadilah rokok sangat akrab di masyarakat kita, termasuk anak-anak usia sekolah. Belum adanya peraturan tegas dalam memasang iklan rokok, juga peredaran rokok, salah satu faktor yang membuat rokok secara massif “mengusik” keseharian masyarakat segala usia. Di Indonesia rokok sangat mudah dijangkau oleh anak di bawah 17 tahun, juga oleh perempuan hamil.

 

Dari tahun 2010 sampai 2011, terjadi peningkatan jumlah konsumen rokok di Indonesia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) melansir data terbaru dengan menempatkan Indonesia di urutan ke tiga dunia, setelah China dan India, sebagai perokok. Peringkat ini bukan tidak mungkin akan naik lagi, mengingat industri rokok terus merekrut konsumen baru, yakni di kalangan generasi muda, dengan berbagai cara.

Madu Sekaligus Racun

Semua orang menyadari rokok sangat merusak tubuh. Edouard Tursan d’Espaignet, ahli kesehatan dari Tobacco Free Initiative WHO, menyebutkan kematian karena asap rokok terjadi satu kali tiap enam detik. Jadi ada jutaan orang tiap tahun terbunuh tiap tahun karena rokok. Lembaga itu memperkirakan rokok akan membunuh 1 miliar orang sepanjang abad 21.

Bahaya rokok tertera jelas di setiap kemasannya tetapi rokok terlanjur menjadi candu. Kesadaran akan bahayanya menguap begitu saja oleh sensasi merokok. “Dogma” laki-laki jantan adalah laki-laki perokok terlanjur tertanam pada sebagian masyarakat. Bahkan ada yang mengaku tidak sehat jika tidak merokok. Bahaya merokok pun seringkali ditanggapi dengan gurauan “Tak ada kan orang mati dalam keadaan merokok?”

Pemicu utama tingginya konsumsi rokok adalah tidak tegasnya sikap pemerintah. Ini sangat wajar karena pendapatan pemerintah dari cukai dan pajak rokok sangat fantastik. Jika sebuah perusahaan pertambangan papan atas hanya menyumbang pendapatan untuk pemerintah Rp. 3 triliun pertahun, pada 2006 industri rokok mampu menggelontorkan Rp 52 triliun.

Angka-angka tersebut yang kemudian seperti mengejek usaha-usaha sejumlah kalangan, termasuk beberapa lembaga non pemerintah, dalam menyerukan anti rokok. Berbagai kampanye, penyuluhan kepada remaja, dan  masyarakat  tentang bahaya rokok, menjadi semacam kegiatan  memukul angin. Sebab, kegiatan remaja yang disponsori industri rokok lebih intens dan massif dibandingkan kampanye anti rokok itu sendiri.

Sebetulnya, jika pemerintah serius ingin membatasi peredaran rokok, tak sulit. Sejumlah negara telah duluan melakukannya tanpa takut kehilangan pendapatan dari rokok. Di Jerman, misalnya, konsumen rokok yang ingin membeli rokok dipersulit  dengan adanya mesin rokok otomatis.  Cara ini  digunakan Jerman untuk mencegah anak di bawah umur mendapatkan rokok.

Mesin rokok otomatis bisa bekerja jika konsumen menunjukkan kartu identitas. Tentu ini menyulikan anak-anak di bawah umur mendapatkan rokok. Lebih dari itu, iklan rokok di Jerman dilarang, rokok yang masuk ke negara itu juga dibatasi.  Display-display rokok di supermarket pun terkunci.

Indonesia juga sudah punya UU No 36 Tahun 2009 tentang kesehatan yang bisa menjadi dasar untuk melakukan pembatasan terhadap rokok. Tapi nyatanya, hingga kini hal itu belum dilakukan. Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang pengamanan produk tembakau sebagai zat adiktif hingga kini belum disahkan menjadi peraturan. Industri rokok, yang kerap mengatasnamakan petani tembakau, terus berjuang untuk menggugat peraturan maupun rancanga peraturan untuk membatasi rokoh.

Pemerintah pun, kelihatannya, terkesan tidak terlalu sungguh-sungguh untuk melakukan pembatasan ini. Seharusnya, pemerintah tidak perlu “terprovokasi” oleh berbagai aksi yang dilakukan maupun disponsori indistri rokok. Menyelamatkan lebih banyak orang harusnya menjadi prioritas ketimbang pertimbangan-pertimbangan lainnya. Melihat data-data yang dikeluarkan badan kesehatan dunia, horor dan “teror” akibat asap rokok mesti segera dihentikan.

Persoalan yang ditimbulkan akibat dari pembatasan itu bisa dicari jalan keluarnya. Misalnya, ada 6 juta petani tembakau, buruh tani, pedagang pengecer, sekaligus ribuan buruh pabrik yang sudah menggantungkan hidup pada pabrik rokok, bisa dialihkan ke bidang lain. Apalagi, tembakau tidak melulu hanya bisa diproduksi menjadi rokok. Tembakau bisa diproduksi sebagai obat.

Dr. Arief Budi Witarto dari LIPI menyebutkan tembakau bisa menghasilkan protein anti kanker. Protein dibuat dari DNA tubuh manusia, kemudian dimasukkan ke tembakau melalui bakteri. Kemudian tembakau akan membuat protein sesuai DNA yang dimasukkan. Selain itu, tembakau juga mampu mencegah kanker mulut rahim. Ini karena tembakau mengandung sumber protein yang dapat menstimulasi antibody terhadap human papilloma virus (HPV), yang menjadi penyebab kanker mulut rahim.

Masih banyak manfaat lain dari tembakau,  yakni bisa diolah menjadi obat diabetis, anti radang, obat HIV/AIDS, obat luka. Bahkan, menurut Vyacheslav Andrianov. Ph.D seorang asisten profesor di bidang biologi kanker di laboratorium Jefferson Medical College of Thomas Jefferson University, mengungkapkan tembakau mampu menghasilkan biofuel lebih efisien daripada produk pertanian lainnya.

Melihat berbagai hasil penelitian tentang tembakau, yang ternyata memiliki banyak manfaat positif, sudah saatnya semua pihak mulai memikirkan untuk menggunakan tembakau sebagai bahan produk obat-obatan atau bahan bakar diesel, yang artinya bisa menghambat panas bumi.

Jika pemerintah dan semua pihak bersungguh-sungguh melakukan perubahan ini secara bertahap, banyak kebaikan bisa dilakukan. Pertama, tak ada pengangguran massal seperti yang dikhawatirkan para aktivis pro kretek. Petani tembakau tetap bisa bertani, para buruh tetap bisa bekerja, pabrik tetap bisa beroperasi dengan produk selain rokok.

Manfaat kedua, jika kita menggunakan tembakau sebagai bahan bakar diesel, kita bisa mengurangi ketergantungan kita terhadap minyak bumi yang terus menyusut persediaannya. Ketiga, kita tak memiliki kesempatan “meracuni” anak-anak kita dengan rokok. Para produsen rokok yang beralih ke obat-obatan atau memproduksi bahan bakar diesel, tetap bisa mendukung kegiatan olahraga nasional, seni dan budaya juga memberi beasiswa kepada anak-anak kurang mampu.

Dengan demikian kita tak lagi berada dalam dilema. Bahwa dalam sebatang rokok menyimpan cerita rumit. Nasib Petani tembakau, buruh rokok, produsen rokok, pemberian beasiswa sekolah, kegiatan remaja dan pemuda, seni budaya, serta olahraga,  yang semuanya saling berkaitan.  Pelaku tembakau bisa melakukan kebaikan dengan sempurna tanpa cela, jika kita berbuat baik untuk sesama, tanpa “meracuni” sesama.

Seperti halnya yang diungkapkan filosof Plato bahwa kebaikan yang sempurna (berkeutamaan) adalah kebaikan yang bisa membuat baik pada diri sendiri, komunitas juga kepada Illahi. Kebaikan yang di sisi lain melahirkan ketidakbaikan adalah kebaikan yang timpang. Rokok, selama ini, memberi kebaikan pada sementara orang, tapi sekaligus melahirkan ketidakbaikan pada sementara orang lain.

 

Sumber  :  hariandetik.com

Entry filed under: Opini. Tags: .

Jerawat itu Bernama Ujian Nasional Tersesat

4 Komentar Add your own

  • 1. yusup  |  Desember 13, 2013 pukul 2:32 am

    Bisakah tembakau juga mengobati lemah jantung dan bisul
    Cara pembuatan mohon dilampirkan

    Balas
  • 2. Anonim  |  Juni 15, 2015 pukul 4:31 pm

    untuk manfaat yg kedua rasanya sangat sulit untuk direalisasikan, karena akan mengganggu kepentingan bisnis perusahaan2 besar dari negara maju

    Balas
    • 3. dianing  |  Juli 3, 2015 pukul 4:30 pm

      Ya, itulah kesulitan terbesar yang ada di sini, Negara bimbang bersikap.

      Balas
  • 4. eni  |  Januari 28, 2016 pukul 12:14 pm

    gimana caranya menggunakan tembakau sebagai obat?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Mei 2012
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

TELAH DIBACA

  • 101,574 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy

  • RT @Gratciaschannel: Yesus itu org yahudi sisbro:))) musti benci yahudi krn menyalibkan yesus? Dia aja bilang maafkan mrk krn mrk tdk tahu… 2 days ago
  • RT @arman_dhani: Buat yang melarang ibadah umat kristen di Sabuga. "Dia yang bukan saudaramu dalam iman adalah saudaramu dalam kemanusiaan"… 3 days ago
  • RT @spirit_kita: 5 Des.2016 Spirit Kita dapat donasi Rp 25.000 dari sahabat @spirit_kita langsung ke @dianingwy . Terimakasih sahabat 4 days ago
  • Ganti chanel aja deh, nonton serial India. Lebih seru ketimbang sidang pergantian ketua akom ke papa minta jabatan. 1 week ago
  • Harapan @spirit_kita bisa melihat anak miskin, kelak mendapatkan/menciptakan kehidupan layak, hingga mengurangi sedikit angka kemiskinan. 1 week ago

%d blogger menyukai ini: