Sayangi Anak Kita

Oktober 25, 2011 at 2:32 pm Tinggalkan komentar

SAYA menghela napas ketika mbak In datang ke rumah dengan wajah menyimpan masalah. Ada apa gerangan yang tengah membelit pikiran mbak In hingga ucapan salam yang ia sampaikan terucap lirih. Aku membalas salamnya dengan lirih pula seolah larut dengan wajahnya yang muram.

Aku enggan bertanya sama mbak In. Lebih baik aku bikinkan dia segelas kopi Ulee Kareng dicampur dengan susu kental putih. Mantabs. Tapi baru hendak melangkah ke dalam, mbak In mencegahku dan duduk di ruang tamu.
“Aku hanya sebentar Jeng, sebentar lagi mengantar Najwa ke sekolah.”
“Paud Melati?” Mbak In mengangguk.
“Biasanya Lila yang mengantar Najwa.”
“Itu dia Jeng saya ini sedang bingung.”
“Kenapa?” Saya kemudian duduk.

Tampak mbak In tengah berusaha menenangkan diri.
“Saya ini bingung menghadapi Lila Jeng.” Aku menautkan kening. Lila adalah asisten rumah tangga mbak In yang baru. Pekerjaannya hanya mengurusi Najwa. Untuk pekerjaan rumah yang lainnya sudah ada yang mengerjakannya.
“Saya keliru menerima dia sebagai pengasuh Najwa. Anaknya mudah marah. Nggak bisa ngemong.”
Saya tercengang. Baru kali ini saya lihat mbak In tampak nggak nyaman. Terbersit dalam benak saya satu pertanyaan, mengapa mbak In tiba-tiba menerima pengasuh anak? Sebelumnya ia sangat enjoy mengasuh Najwa sambil menjalankan usaha yang mbak In jalankan dengan cara online.
“Saya sudah menolaknya Jeng, ketika dia dititipkan seorang teman. Masak lulusan D3 mau jadi apa saja di rumah. Katanya malu sudah jauh meninggalkan kampung kok balik lagi.” Saya mengangguk kecil berkali-kali.
“Sampai akhirnya saya terima dia sebagai pengasuh Najwa sambil mencari pekerjaan di sini.” Saya mengangguk kecil berkali-kali lagi.
“Jeng.”
“Iya Mbak,” saya agak terhenyak.
“Jangan diam saja, beri saya jalan keluar. Beberapa tetangga bilang ke saya kalau Najwa suda dibentak-bentak kalau tidak mau belajar menulis di sekolah. Kadang dicubit, dipaksa duduk.” Mbak In menghela napas.
“Tak jarang Lila suka memukul Najwa.” Saya tertegun. Segawat itukah? Najwa baru 4 tahun. Anak seusia dia semestinya belum punya kewajiban bersekolah, tetapi zaman sekarang jauh berbeda dengan masa kecil saya dulu.

Masa kecil saya sekolah ketika usia tujuh tahun. Di bangku sekolah dasar itulah saya baru dikenalkan huruf dan menghitung. Zaman sekarang usia tiga tahun sudah mulai masuk kelompok belajar bersama. Di usia itu anak sudah dikenalkan huruf dan angka.

Saya pikir betapa sangat singkat masa kanak-kanak anak zaman sekarang. Tetapi jika orangtua tak mengikuti zaman, anak-anak lebih kasihan lagi. Ia akan tertinggal dengan temannya. Sekarang anak begitu masuk sekolah dasar, sudah siap belajar. Mereka sudah bisa membaca dengan lancar.

Kembali ke Najwa, anak sekecil itu mendapat perlakuan kurang menyenangkan oleh Lila.
“Kalau saya berhentikan Lila kasihan dia. Kalau saya pertahankan kasihan Najwa.” Saya menautkan kening. Baru kali ini saya lihat mbak In gamang. Ia menatap saya. Saya bayangkan jika saya adalah mbak In mungkin saya akan mengalami hal yang sama. Bingung. Menghentikan Lila berarti memutus hubungan kerja. Sementara dia adalah pendatang di Jakarta yang tentu sangat membutuhkan pekerjaan.

Di sisi lain, terus memperkerjakan Lila sama artinya melanggar hak asasi Najwa. Anak seusia dia sangat tidak mungkin dipaksa untuk duduk tenang di sekolah. Disuruh menulis di sekolah dengan dibentak-bentak terlebih dulu.
“Saya harus menghentikan Lila, Jeng. Saya harus mengasuh sendiri Najwa.” Saya menatapnya.
“Saya harus mendorong Lila untuk kuliah lagi sambil bekerja. Untuk sementara biar dia tinggal di rumah sambil mencari pekerjaan.”
Untuk kesekian kali saya dibuat terbengong-bengong dengan sikap mbak In. Lila bukan saudara mbak In. Dia hanya titipan teman mbak In. Lila yang sudah menyakiti Najwa tetap saja mbak In tolong. Mbak In menampung Lila di rumah, bukan mengembalikannya ke kampung.

Depok, Oktober 2011

Entry filed under: ARTIKEL RINGAN. Tags: .

Menikah Engkau adalah Rumah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Oktober 2011
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

TELAH DIBACA

  • 101,550 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy

  • RT @Gratciaschannel: Yesus itu org yahudi sisbro:))) musti benci yahudi krn menyalibkan yesus? Dia aja bilang maafkan mrk krn mrk tdk tahu… 14 hours ago
  • RT @arman_dhani: Buat yang melarang ibadah umat kristen di Sabuga. "Dia yang bukan saudaramu dalam iman adalah saudaramu dalam kemanusiaan"… 1 day ago
  • RT @spirit_kita: 5 Des.2016 Spirit Kita dapat donasi Rp 25.000 dari sahabat @spirit_kita langsung ke @dianingwy . Terimakasih sahabat 2 days ago
  • Ganti chanel aja deh, nonton serial India. Lebih seru ketimbang sidang pergantian ketua akom ke papa minta jabatan. 1 week ago
  • Harapan @spirit_kita bisa melihat anak miskin, kelak mendapatkan/menciptakan kehidupan layak, hingga mengurangi sedikit angka kemiskinan. 1 week ago

%d blogger menyukai ini: