Odong-odong

April 12, 2011 at 3:34 pm Tinggalkan komentar

SIAPA yang tak kenal odong-odong? Anak-anak pasti mengenalnya, sang ibu pun otomatis ikut mengenalnya. Zaman saya kecil dulu tak ada odong-odong, yang ada adalah komidi putar. Komidi putar itu hanya bisa saya nikmati kalau ada pasar malam. Itu pun sangat jarang. Masa kecilku dulu sangat mudah mendapatkan permainan. Kita tak perlu keluar uang untuk menikmati permainan.

Saya dan teman-teman masa kanak dulu lebih sering main rok deret, rok sin, gobak sodor, apollo, rok dun atau petak umpet. Kita bermain bersama di bawah sinar rembulan. Jika ada teman yang dinilai masih terlalu kecil, bebas jaga atau patok bawang. Biar pun ia ketahuan tempat persembunyiannya, dia tidak dikenai tugas menjaga. Biasanya kami menggunakan sebuah tiang rumah atau tiang listrik yang berada di tepi jalan kampung.

Sekarang zaman sudah berubah. Anak-anak perkotaan khususnya tentu tak seperti dulu, bisa bebas bermain. Sekarang tanah lapang jauh berkurang, teknologi maju begitu pesat. Permainan berbentuk game online dengan mudah bisa diakses. Jadilah anak-anak lebih akrab bermain di dunia maya. Masih beruntung ada orang-orang yang karena keadaan harus berkreatif. Diciptakannya Odong-odong untuk sumber penghasilan.

Jika dulu kita harus menunggu pasar malam untuk naik komidi putar, sekarang cukup berdiri di depan rumah. Seorang tukang odong-odong suka berkeliling untuk menawarkan jasanya. Odong-odong ini seperti becak, si empunya harus mengayuh untuk menggerakkan empat tempat duduk yang ada di depannya. Biasanya berbentuk kuda-kudaan, mobil-mobilan, sampai model sepeda anak-anak. Setiap kayuhan tak jarang si abang tukang odong-odong harus menarik napas, untuk mengumpulkan tenaga. Hidup yang berat dengan semakin sempitnya lapangan pekerjaan, membuat orang-orang kecil harus pandai menciptakan pekerjaan. Mengayuh Odong-odong dengan berkeliling kampung, adalah salah satu dari usaha mempertahankan hidup.

Dianing, GOSSIP LICIOUS

Iklan

Entry filed under: Dibalik buku Gossip Licious.

Ayo Menulis Memahami Anak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

April 2011
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

TELAH DIBACA

  • 102,815 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy

  • Yg gemar beri label kafir/munafik karena beda sikap, semoga dirahmati Allah. Diberi rezeqi juga kesehatan. Sayangilah musuhmu, kata rasul. 18 hours ago
  • RT @RustamIbrahim: Meski Jkt masih banjir, tapi frekuensi & lama banjir jauh berkurang.Ahok perlu diberi kesempatan 5 thn lagi utk tuntaska… 18 hours ago
  • @sahaL_AS @blontankpoer perbedaan yg menukik seperti inilah yg membuat Islam semakin terpuruk. yg memberi label kafir/ munafik hanya Tuhan. 20 hours ago
  • RT @RustamIbrahim: Dengan politisasi agama & tekanan massa sangat masif, pemilih Ahok - Djarot terbukti solid mencapai 43%.Tinggal tambaha… 2 days ago
  • Konon, tiang-tiang Arsy bergetar mendengar doa orang yang terzalimi. 2 days ago

%d blogger menyukai ini: