Pesan Pendek

Desember 12, 2010 at 12:26 pm 1 komentar

MENULIS novel Nawang membuat saya seringkali dipanggil Nawang. Panggilan itu bisa lewat facebook, telepon ke ponsel atau pesan pendek. Memang seringkali penulis novel disapa oleh pembacanya lewat karakter tokoh utama yang diciptakan.

Dari sekian novel yang saya tulis, Nawang memang mendapat perhatian lebih mengenai tokohnya. Tak sedikit pembaca Nawang mempertanyakan sosok Nawang sesungguhnya. Mereka mengira bahwa Nawang adalah saya. Seperti halnya seorang bapak yang menghadiri launching Nawang beberapa hari lalu.

Dalam bedah novel itu saya mengakui bahwa novel Nawang saya lahirkan dari serpihan pengalaman yang saya lihat dan alami, tetapi tetap novel ini adalah fiksi. Nawang tetap tokoh fiktif. Ada yang menghampiri meja saya suusai launching itu. Seorang bapak mengulangi pertanyaan yang sudah saya jawab di forum, apakah Nawang itu saya? Saya menjawab dengan mengulangi jawaban yang sama. Bapak itu akhirnya mengangguk. Menerima jawaban saya, jika Nawang bukan saya.

Beberapa hari kemudian bapak itu menghubungi saya ke ponsel saya dan memanggil Nawang. Saya pada akhirnya menerima jika ia lebih suka mengganggap saya adalah Nawang. Sejak percakapan di ponsel itu, lama sekali bapak itu tak pernah menghubungi saya, hingga suatu pagi, pesan pendeknya masuk ke ponsel saya. “Nawang, sudah makan belum.” Saya terhanyut pada perasaan yang sulit saya pahami, pesannya mengingatkan saya pada almarhum bapak.

Iklan

Entry filed under: Dibalik novel NAWANG.

Tolong, Jangan Tes Keperawanan Saya Doa Panjang

1 Komentar Add your own

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Desember 2010
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

TELAH DIBACA

  • 103,567 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy


%d blogger menyukai ini: