Tanah Air, Batang

Agustus 2, 2010 at 4:24 am 4 komentar

SEJAUH mana pun kaki melangkah, tak akan pernah tanah air hilang dalam ingatan. Bahasa, makanan khas, kenangan masa kanak-kanak senantiasa mengkristal dalam diri. Seperti halnya kota kecil, Batang. Kota yang seringkali membuat saya harus menambahkan nama Pekalongan, agar lawan bicara saya tahu letak kota itu. Bayangkan saja sama-sama dari Jawa Tengah saja, ada teman yang merasa asing ketika saya menyebutkan nama kota kelahiran saya.

Kota inilah yang akhirnya saya tinggalkan, karena saya merasa Batang tak cukup menampung gelisah saya untuk berkarya. Saat jauh dari Batang, justru saya bisa menerjemahkan kota Batang dalam novel saya. SINTREN, novel perdana saya yang tak saya duga masuk lima besar Khatulistiwa Literary Award 2007 itu bersetting di tanah kelahiran saya, Batang.

Membaca novel SINTREN, maka pembaca saya ajak menelusuri serpihan-serpihan pengalaman saya semasa kanak-kanak. Tentang penari Sintren dengan berjuta keeksotikannya, problem yang mendera juga jalinan cinta yang ia punya. Semua nama tempat dan gedung ada dalam dunia nyata. Jika pembaca singgah di kota Batang dan bertanya tentang salah satu lokasi, maka pembaca akan dibawa ke lokasi yang saya sebut dalam novel.

Novel SINTREN memang saya garap dengan semangat mengenang masa kanak-kanak saya. Bagaimana dulu Sintren digelar, dan bagaimana dengan masa kini. Semua terjawab di novel yang sudah sering digunakan, sebagai obyek skripsi teman-teman mahasiswa di Indonesia, juga sering dijadikan bahan diskusi di kampus-kampus. Untuk mereka saya mengucapkan banya terimakasih, atas apresiasi terhadap karya saya. Selamat membaca novel SINTREN.

Entry filed under: Dibalik novel SINTREN. Tags: .

Gelang Untir-untiran Fira, Sekolah dan Menulis

4 Komentar Add your own

  • 1. PC IPNU IPPNU Kab. Batang  |  Agustus 23, 2010 pukul 11:04 am

    nah…. ini yang temen2 suka…. banyak orang batang yang melenggang dan mewarnai ibu kota… tetapi banyak pula yang lupa akan tanah airnya…
    ngapain sih harus merasa risih dan malu jadi orang batang…
    mbak widya kami bangga dengan anda karena bagimanapun batang adalah tempat ada mula ada…
    semangat terus dan selalu berkarya untuk mbak widya…

    Balas
    • 2. dianing  |  September 3, 2010 pukul 2:52 pm

      Temen-temen di IPNU, makasih supportnya. Salam.

      Balas
  • 3. Muhamad Imron  |  Agustus 23, 2010 pukul 11:06 am

    terus berkarya untuk bangsa…
    dan yang paling penting jangan pernah lupa dengan tanah air kita…

    bravo…..

    Balas
    • 4. dianing  |  September 3, 2010 pukul 2:51 pm

      Siip, makasih mas Imron. Iya tak akan lupa.

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Agustus 2010
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

TELAH DIBACA

  • 101,574 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy

  • RT @Gratciaschannel: Yesus itu org yahudi sisbro:))) musti benci yahudi krn menyalibkan yesus? Dia aja bilang maafkan mrk krn mrk tdk tahu… 2 days ago
  • RT @arman_dhani: Buat yang melarang ibadah umat kristen di Sabuga. "Dia yang bukan saudaramu dalam iman adalah saudaramu dalam kemanusiaan"… 3 days ago
  • RT @spirit_kita: 5 Des.2016 Spirit Kita dapat donasi Rp 25.000 dari sahabat @spirit_kita langsung ke @dianingwy . Terimakasih sahabat 4 days ago
  • Ganti chanel aja deh, nonton serial India. Lebih seru ketimbang sidang pergantian ketua akom ke papa minta jabatan. 1 week ago
  • Harapan @spirit_kita bisa melihat anak miskin, kelak mendapatkan/menciptakan kehidupan layak, hingga mengurangi sedikit angka kemiskinan. 1 week ago

%d blogger menyukai ini: