Timun Mas

Juni 4, 2010 at 5:01 am Tinggalkan komentar

DI halaman pertama novel Sintren saya sisipkan sedikit dongeng Timun Mas dan raksasa. Pada cerita ini Saraswati yang ingin sekolah berhadapan dengan Mak yang melarang Saraswati ke sekolah. Mak memintanya untuk membantu menjemur ikan di Klidang. Sikap mak yang garang mengingatkan Saraswati pada dongeng Timun Mas.

Timun Mas adalah salah satu dongeng yang saya gemari semasa masa kanak-kanak saya. Saya membacanya di perpustakaan sekolah, salah satu ilustrasinya adalah gadis kecil yang berlari dengan wajah pucat dengan setengah menengok ke belakang. Di belakang sana raksasa sangat besar hendak melumat Timun Mas.
Oleh ibunya Timun Mas dibekali beberapa benda, yang saya ingat adalah jarum, terasi, garam dan apa lagi ya …. lupa. Dengan bekal itulah raksasa akan terhalangi mengejar Timun Mas. Setiap benda yang dilempar Timun Mas akan berubah menjadi hutan bambu, lumpur bahkan lautan.

Ah mengenang dongeng masa kanak-kanak memang menyenangkan. Untuk membangkitkan nostalgia itu saya sematkan dalam novel ini. Novel perdana saya Sintren, yang tak saya duga mendapatkan sambutan baik dari kalangan teman-teman mahasiswa. Novel ini sampai sekarang masih saja dicari untuk bahan penulisan skripsi. Tak jarang juga dosen mengabarkan ke saya telah menjadikan novel Sintren sebagai bahan kajian diskusi.
Apresiasi seperti inilah yang sering menjadi energi buat saya untuk terus berkarya. Tanpa saya duga juga Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Literary Award 2007.

Iklan

Entry filed under: Dibalik novel SINTREN.

Telepon Pagi Hari Hentikan Arogansi di Sekolah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Juni 2010
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

TELAH DIBACA

  • 105,232 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy


%d blogger menyukai ini: