Sepanjang Klidang

Mei 10, 2010 at 3:21 am 2 komentar

KLIDANG adalah salah satu nama tempat di Batang yang saya gunakan sebagai setting novel SINTREN. Di Klidang ini pula penulis Goenawan Mohammad berasal. Saya sendiri berkenalan dengan catatan pinggir beliau sejak duduk di kelas empat sekolah dasar, sampai sekarang setiap Senin saya masih terus membaca catatan pinggirnya di majalah Tempo yang selalu dibawa suami.
Masa kanak-kanakku lebih banyak tinggal di rumah nenek di dusun Teratai Kidul. Lidah wong Batang biasa menyebutnya dengan Nrate. Karenanya saya lebih banyak memiliki teman-teman di Terate Kidul daripada di rumah ibu di Pejambon. Masa sekolah dasar pun bukannya di SDN Proyonanggan tetapi di SDN Kasepuhan. Di sekolah dasar itu terdapat lapangan Kanoman yang biasanya digunakan untuk pentas tarian Sintren.
Menginjak SMP saya diterima di SMPN I Batang. Otomatis saya kembali ke rumah orangtua saya di Pejambon. Tempat tinggal saya yang terletak di tepi jalan raya membuat saya tak leluasa bermain dengan teman-teman sebaya untuk bermain. Jika ingin bermain saya harus keluar rumah dan itu seringkali tak mungkin karena saya harus menjaga warung.
Akhirnya masa kecil saya lebih banyak di rumah. Satu hal yang saya suka adalah jika hari Minggu tiba. Biasanya pagi-pagi saya mengayuh sepeda kumbang menuju pantai Batang yang jaraknya dua kilo dari rumah. Sepeda kumbang ini sekali saya kayuh bisa melampaui satu meteran ke depan. Sepanjang jalan merupakan hal-hal yang menarik bagi saya. Saya bisa bertemu dengan orang-orang yang berjualan ikan pindang dengan keliling kampung. Biasanya mereka menggunakan kain batik dan kebaya. Ibu saya punya langganan ikan pindang sama mbak Sri.
Menuju laut akan melewati Klidang. Di Klidang ini sebagian besar masyarakatnya adalah nelayan.
Melewati Klidang akan terhirup aroma khas ikan, karena di sini juga dibuat ikan asin, ikan panggang, ikan pindang dan jual beli ikan segar. Pada Klidang inilah saya torehkan ke dalam novel sebagai setting.
Novel Sintren adalah ungkapan kerinduan saya, keinginan kembali, juga kecintaan saya terhadap Batang, tanah leluhur saya. Novel perdana ini mengejutkan saya karena masuk ke dalam lima besar Khatulistiwa Literary Award 2007. Terimakasih saya ucapkan kepada para dosen yang mendiskusikan novel ini dalam di dalam kampus juga teman-teman mahasiswa yang menjadikan novel ini sebagai bahan skripsi.

Entry filed under: Dibalik novel SINTREN. Tags: .

Miskin dan Kaya Mama Lily

2 Komentar Add your own

  • 1. Purwo mudoko  |  Januari 19, 2011 pukul 2:33 pm

    aku suka dngn novelmu,relain pantai sigandu yg membuat kmpngku terkenal,kamu membuat kmpngku jd tmbh terkenal

    Balas
    • 2. dianing  |  Maret 3, 2011 pukul 12:14 pm

      Makasih mas Purwo.

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Mei 2010
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

TELAH DIBACA

  • 101,574 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy

  • RT @Gratciaschannel: Yesus itu org yahudi sisbro:))) musti benci yahudi krn menyalibkan yesus? Dia aja bilang maafkan mrk krn mrk tdk tahu… 2 days ago
  • RT @arman_dhani: Buat yang melarang ibadah umat kristen di Sabuga. "Dia yang bukan saudaramu dalam iman adalah saudaramu dalam kemanusiaan"… 3 days ago
  • RT @spirit_kita: 5 Des.2016 Spirit Kita dapat donasi Rp 25.000 dari sahabat @spirit_kita langsung ke @dianingwy . Terimakasih sahabat 4 days ago
  • Ganti chanel aja deh, nonton serial India. Lebih seru ketimbang sidang pergantian ketua akom ke papa minta jabatan. 1 week ago
  • Harapan @spirit_kita bisa melihat anak miskin, kelak mendapatkan/menciptakan kehidupan layak, hingga mengurangi sedikit angka kemiskinan. 1 week ago

%d blogger menyukai ini: