Mukti

Februari 11, 2010 at 3:59 am Tinggalkan komentar

NOVEL Weton, Bukan Salah Hari merupaan weton saya ke empat berdasarkan waktu terbit. Novel ini menyuguhkan tentang mitos pengaruh weton dalam kehidupan keluarga Batang, tempat saya lahir juga pada masyarakat Jawa pada umumnya. Orang Jawa selalu menghitung weton jika hendak melaksanakan hajatan bahkan dalam menentukan jodoh anak-anak mereka. Novel ini saya suguhkan dengan menyajikan dua kubu yang saling berlawanan, yakni yang percaya dan tidak dengan weton.
Seorang pembaca novel Weton bertanya ke saya, apakah Mukti tokoh utama dalam novel Weton, Bukan Salah Hari itu sosok mbak Dianing? Saya tersenyum setiap kali mendapat pertanyaan seperti. Tentu tokoh dalam novel tetap fiksi meski novel ini saya tulis berdasarkan peristiwa-peristiwa semasa kanak dulu.
Beberapa waktu lalu komentar masuk ke Facebook saya, kira-kira begini “Ternyata weton itu kejam, oia mbak apa itu kisahnya mbak? Saya penasaran dengan kisah cinta Mukti dengan calon dokter (Wibowo), apa emaknya Mukti setuju mbak? Kan weton mereka berdua jatuh pada hitungan “gotong mayit”. Waah novel mbak bikin penasaran nih, ditunggu sambungannya” Ini komentar dari pembaca novel Weton di Padang. Setiap komentar yang masuk senantiasa menambah semangat saya untuk terus berkarya.
Weton memang menjadi mitos di masyarakat Jawa, hingga kadang sebuah hubungan terbentur karena hitungan weton.

* Novel ini bisa didapatkan di toko-toko buku seperti Gramedia, juga di toko-toko buku online, seperti http://www.grasindo.co.id

Iklan

Entry filed under: Dibalik Novel WETON.

Ke Bangkok Bogol, Bonggol, Pohon yang Tersisa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Februari 2010
S S R K J S M
« Jan   Mar »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

TELAH DIBACA

  • 104,302 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy


%d blogger menyukai ini: