Hidup Untuk Bekerja

Januari 19, 2010 at 8:40 am Tinggalkan komentar

JIKA ingin kaya jadilah pedagang, begitu nasehat yang saya dengar saat remaja dulu. Saudara saya, baik bulek dan adik-adik memilih berdagang daripada bekerja di perkantoran. Keluarga saya memang keluarga pedagang, hanya saya yang keluar dari kebiasaan mereka malah jauh, yakni jadi penulis puisi. Tentu awal-awal kepenulisan saya penuh ritangan. Tak satu pun keluarga mendukung termasuk bapak saya. Hanya ibu yang memberi saya lampu hijau untuk menekuni dunia kepenulisan, hingga akhirnya saya berani menuliskan profesi novelis di belakang nama saya.
Novel Weton merupakan novel terbaru saya. Di dalamnya ada tokoh Jarwo yang adalah laki-laki miskin tetapi ia ulet dalam bekerja. Sosoknya saya ambil dari salah satu tetangga nenek saya di Batang. Sebut saja Leonardo Dicaprio he he, wajahnya emang mirip dengan actor Titanic yang fimnya bikin saya tercengang melihatnya. Saat film selesai atau saat terjaga dari tidur, pikiran masih tertuju pada film itu dan merekam kembali dalam ingatan. Begitu fantastik.
Balik lagi ke soal Leonardo, ia hanya lulusan SMA karena alasan ekonomi tak sempat belajar sampai ke bangku kuliah. Untuk menghidupi dirinya dan ibunya Leonardo berdagang berbagai macam baju dengan keliling kampung. Di mana ada pasar malam atau pertunjukkan Leonardo akan menggelar dagangannya.
Sosok Leonardo yang ulet itu ternyata tak mampu menggetarkan hati ibu pacarnya. Lamarannya ditolak karena kemiskinannya. Sang ibu lupa bila Leonardo Dicaprio itu memiliki kekayaan yang luar biasa yakni semangat dan etos kerja juga niatnya menafkahi anak gadisnya.
Ke mana Leonardo sekarang? Untuk mengenangnya saya mengabadikannya dalam tokoh Jarwo. Jarwo sendiri saya ambil dari nama salah satu teman saya yang seorang anggota Polri. Kedua-duanya sama-sama tak saya ketahui kabarnya hingga kini. Saya jauh meninggalkan Batang, demikian juga dengan Leonardo dan Jarwo.
DWY

Iklan

Entry filed under: Dibalik Novel WETON.

Menyajikan Kota Batang Keunikkan Diantara Kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Januari 2010
S S R K J S M
« Des   Feb »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

TELAH DIBACA

  • 103,858 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy


%d blogger menyukai ini: