Pentingnya Khitan

Januari 5, 2010 at 1:10 pm Tinggalkan komentar

ISLAM mengajarkan kepada pemeluknya untuk mengkhitankan setiap anak laki-laki. Dulu semasa saya masih remaja hanya mengetahuinya saja secara sepintas, tetapi setelah berkeluarga dan memiliki anak laki-laki baru saya memahami pentingnya khitan. Khitan dimaksudkan untuk membuang atau memotong ujung maaf alat kelamin laki-laki agar tidak ada kesempatan bagi kuman-kuman tumbuh dan berkembangbiak. Kuman-kuman itulah yang memungkinkah seseorang bisa mengalami kerusakan pada ginjal bahkan bisa sampai kanker kulit.
Masih ingat tokoh Bagus dalam novel WETON, Bukan Salah Hari kan? Disitu saya ceritakan Bagus harus dikhitan meski masih kecil. Faktor kesehatan ini dipandang Mak sebagai akibat Sri yang tetap teguh menikah dengan Jarwo meski Weton mereka tak bagus.
Soal Bagus ini merupakan kisah saya ketika menghadapi Rizki anak kedua saya ketika masih balita. Ia harus dikhitan dalam usia masih muda, ini menurut kebiasaan di kampungku di kota Batang. Di Batang pada zaman saya kecil, anak laki-laki dikhitan ketika ia sudah kelas lima atau kelas enam, pokoknya sebelum masuk ke sekolah menengah pertama.
Ketika saya mengabarkan pada ibu saya di Batang kalau cucunya yang guanteng itu mau dikhitan, ibu saya tak tega. Tak sampai hati.
“Wong masih kecil kok dikhitan sih Wid,” begitu komentar ibu di telephon. Saya jelaskan ke ibu kalau Rizki harus dikhitan karena ada gangguan di saluran kencingnya. Kalau tidak cepat dikhitan bisa menimbulkan penyakit yang baru. Baru ibu mau mengerti dan mendoakan agar semua berjalan lancar.
Tibalah saatnya waktu yang menegangkan buat saya …
DWY

Iklan

Entry filed under: Dibalik Novel WETON.

Saat Sakit Mendera Janganlah Mengambil Hak Orang Lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Januari 2010
S S R K J S M
« Des   Feb »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

TELAH DIBACA

  • 106,142 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy


%d blogger menyukai ini: