Saat Sakit Mendera

Desember 29, 2009 at 4:26 am Tinggalkan komentar

ANAK adalah harapaa n bagi setiap orangtua, apa yang dirasakan anak akan dirasakan juga oleh setiap orangtua. Saat anak sehat kita tenang melihatnya, sebaliknya ketika anak sakit kita sering dibuat panik. Dan bertanyalah makna sehat pada sisakit, kira-kira sisakit akan menjawab bahwasannya sehat itu menyenangkan, sementara sakit bikin kita menderita.
Sakit yang didera Bagus dalam novel Weton, Bukan Salah Hari memang sakit yang biasa diderita anak-anak kecil, yakni demam. Demam ini menjadi tak wajar ketika Bagus sering sakit. Sosok Bagus sebenarnya saya angkat dari serpihan keseharian saya ketika menghadapi Rizki, anak kedua saya yang laki-laki.
Dibanding kakaknya Rizki waktu balita dulu sering demam. Hampir bisa dipastikan setiap bulan kami selalu mengunjungi ke dokter memeriksakan kesehatan Rizki. Ia selalu saja demam hingga puncakya dirawat di rumah sakit selama satu minggu lebih.

Rizki termasuk lama tinggal di kamar rumah sakit, kami waktu itu menempati ruang dua. Satu kamar ditempati tiga pasien, kedua anak yang dirawat sudah keluar dan untuk beberapa hari kami merasa lapang di ruangan itu. Rizki hanya sendirian, karena lama belum pulang juga, salah satu perawat bercanda ke Rizki dengan berujar”Aduh pak RT mau pulang kapan, masih betah di sini.” Rizki waktu itu hanya tersenyum tipis.
Demam Rizki yang sering datang itu ternyata bukan demam biasa. Dokter yang menanganinya terus mencari sumber penyebab demam. Dari periksa telinga, suntik mantuk, periksa paru-paru, semuanya baik-baik saja. Tidak ada masalah hingga akhirnya diketahui ketika urine Rizki diperiksa. Di sinilah sumber masalahnya. Dokter menyarankan ke kami untuk segera mengkhitankannya, sementara ketika itu usianya baru menginjak tiga tahun.
DWY

Iklan

Entry filed under: Dibalik Novel WETON.

Khilaf Tak Mungkin Datang Berkali-kali Pentingnya Khitan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Desember 2009
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

TELAH DIBACA

  • 103,197 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy


%d blogger menyukai ini: