Weton, Bidan dan Dokter

Desember 16, 2009 at 7:24 am Tinggalkan komentar

BIDAN selalu menjadi andalan utama bagi masyarakat untuk meminta pertolongan saat seorang ibu hendak melahirkan anak. Tak jarang masyarakat di kampung-kampung jika anaknya demam atau sakit apa saja juga mengunjungi bidan untuk berobat, padahal mestinya ke dokter. Sugesti yang tumbuh di hati masyarakat membuat si anak sehat kembali.

Masih ingat dengan rumah kuno yang saya jadikan sebagai rumah Sayuti di novel Weton kan? Rumah yang berada persis di mulut gang belimbing. Nah jika kita masuk ke dalam akan ada sebuah rumah yang rindang berpagar tinggi bagian belakang rumah. Maklum rumah ini bersebelahan dengan sungai yang mengalir menuju ke laut. Rumah ini berada di urutan kedua dari mulut gang. Inilah rumah milik Bidan Tin.
Saya punya hubungan emosional dengan bidan Tin. Beliau adalah bidan senior yang ada di kampungku, di Bundelan Batang. Beliau yang menolong ibu saya ketika melahirkan saya dulu. Bayangkan usianya sekarang berapa ya? Saya sendiri sudah tigapuluh lima tahun. Bidan Tin ini juga yang menolong kelahiran kelima adik-adik saya.

Menurut cerita ibu, setiapkali keluarga menjemput Bidan Tin untuk menolong ibu melahirkan, Bidan Tin baru diambang pintu ibu segera melahirkan. Saat saya hendak melahirkan si sulung saya melahirkan di kampung. Bidan Tin juga yang menolong kelahiran si sulung Maghfira. Jadi tigapuluhlima tahun lebih yang lalu Bidan Tin menolong proses kelahiran saya, duapuluh empat tahun kemudian menolong saya melahirkan anak sulung saya.
Untuk mengenang beliau, sosok Bidan Tin ini saya abadikan dalam novel terbaru saya Weton, Bukan Salah Hari dengan nama dan profesi yang sama pula. Selamat membaca novel yang begitu kental dengan kehidupan sosial masyarakat Jawa ini. Semoga bermanfaat. Amin.
DWY

Iklan

Entry filed under: Dibalik Novel WETON.

Bersimpatilah Dengan Tulus Pembantu Juga Manusia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Desember 2009
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

TELAH DIBACA

  • 103,887 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy


%d blogger menyukai ini: