Selendang Kado dari Budhe

November 30, 2009 at 4:54 am Tinggalkan komentar

SRI yang lembut tapi kuat dalam memegang keyakinannya, tak tunduk untuk menyerah pada weton merupakan tokoh perempuan yang mampu berdiri di depan mengambil keputusan. Termasuk menikah dengan kekasihnya tanpa persetujuan sekalipun rintangan menghalang.
Lalu apa hubungannya selendang pemberian budhe dalam novel Weton. Selendang dalam novel Weton, Bukan Salah Hari ini merupakan salah satu peranti Sri. Selendang ini sendiri mengingatkan saya pada salah satu kerabat dari mbah putri atau nenek saya.
Saya memanggilnya budhe. Ada kisah lucu yang menggelikan. Ketika saya hamil anak pertama, saya pulang kampung untuk melahirkan di kampung. Kepulangan saya disambut serta merta oleh keluarga, nenek dan bulek. Maklum cucu pertama dari pihak saya dan suami, dan buyut pertama juga dari keduabelah pihak.
Seminggu sebelum melahirkan bulek memanggil bidan setempat karena saya mengeluh sakit perut, eh tahu-tahu malamnya datang budhe lengkap dengan perlengkapan bayi termasuk seledang batik Pekalongan warna dasar biru. Selendang itu teramat panjang, merupakan selendang pertama plus kado pertama yang saya terima. Lha wong belum melahirkan sudah dikirim kado. Sampai sekarang selendang itu masih terawat meski usianya sudah duabelas tahun. Selendang inilah saya patrikan di novel Weton untuk mengenang ketulusan budhe.
DWY

Iklan

Entry filed under: Dibalik Novel WETON.

Melati yang Ayu Tuhan Tidak Butuh Sapi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

November 2009
S S R K J S M
« Okt   Des »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

TELAH DIBACA

  • 103,212 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy


%d blogger menyukai ini: