Melati yang Ayu

November 29, 2009 at 12:08 pm Tinggalkan komentar

KEARIFAN lokal, kemiskinan yang membelit, juga isue perempuan selalu menarik untuk saya angkat dalam novel. Novel-novel saya selalu membicarakan tiga hal ini, tak kecuali novel Nawang.
Novel Nawang berisi tentang kehidupan sosial masyarakat Batang dan di Jawa pada umumnya. Salah satu tokoh dalam Nawang adalah Melati, adik bapak yang jika dipandang dari status sosialnya termasuk keluarga miskin.

Sosok Melati saya ambil dari pengalaman kakak kelas saya Amelia, dia berparas ayu dengan kulit hitam tetapi sungguh manis. Tak kan bosan setiap orang memandangnya. Saya suka meminjam sepatu putih milik Mbak Amelia untuk pentas drum band di sekolah dulu. Orangnya baik, tetapi sayang nasibnya kurang baik.

Mbak Amel menjalin hubungan kasih dengan Teguh yang orang kaya di kampung saya, dia sendiri waktu itu mahasiswa kedokteran. Orangtua Mbak Amel sendiri hanyalah penjual soto di Alun-alun Batang. Kisah cinta mereka ditentang habis oleh keluarga Teguh dengan alasan Mbak Amel anak orang miskin, tak sepadan dengan keluarga Teguh.

Kisah cinta yang tulus itu kandas di tengah jalan. Teguh yang entah kenapa akhirnya bertunangan dengan salah satu gadis yang masih tetangga, namun anak saudagar kaya. Kisah pedih ini mengilhami saya untuk menghadirkan tokoh Melati dan Kuncoro, tentunya dengan jalinan cinta yang berbeda.

Entry filed under: Dibalik novel NAWANG. Tags: .

Daging Qurban Selendang Kado dari Budhe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

November 2009
S S R K J S M
« Okt   Des »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

TELAH DIBACA

  • 102,406 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy

  • Semoga di dekat kita tak ada anak yang terlantar sekolahnya. @spirit_kita 12 hours ago
  • Saya tak kuasa membayangkan tubuhnya yang menua masih mencuci/menyeterika demi sekolah cucu. @spirit_kita 12 hours ago
  • Beruntung nenek yg buruh mencuci dan menyeterika, masih semangat menyekolahkan cucunya, meski sesungguhnya nenek tak berdaya. @spirit_kita 12 hours ago
  • Ada remaja yg ditinggalkan ayah dengan tak menafkahi ibunya sama sekali, sementara sang ibu tak peduli dengan pendidikan anak. @spirit_kita 12 hours ago
  • Dalam minggu ini dapat cerita juga melihat sendiri, bagamana sebagian anak kita kesulitan mendapatkan pendidikan. @spirit_kita 12 hours ago

%d blogger menyukai ini: