Apresiasi Pembaca Novel Weton

November 22, 2009 at 7:20 am 3 komentar

DALAM minggu-minggu ini saya banyak mendapatkan kejutan dari pembaca novel saya Weton, Bukan Salah Hari. Yang Pertama dua orang pembaca yang mengaku sudah melahab habis novel Weton, dan menanyakan apakah ada novel terbaru. Mereka siap membaca karya saya selanjutnya. Saya terharu membaca message mereka, sekaligus merasa bertanggungjawab untuk bisa berkarya yang lebih baik lagi. Saya membalas message mereka bahwa buku saya yang lain, Satu Istri Saja Cukup sedang dalam proses terbit oleh Grasindo. Mereka siap menanti. Tentu respon dan apresiasi pembaca terhadap karya saya, menjadi penyemangat saya untuk terus berkarya.
Ke dua ada seorang pembaca yang mengaku geregetan dengan tokoh Mak dalam novel Weton. Kok ada sosok ibu yang terlalu percaya pada mitos weton, hingga merepotkan suami dan anak-anaknya. Saya katakan memang novel ini saya garap dengan menyajikan dua kubu yang saling bertentangan. Saya tetap menyajikan sisi manusia yang wajar, dalam arti ada hal-hal yang memang sangat manusiawi dalam novel ini.
Ke tiga, datang dari pembaca yang bukan dari Jawa. Tentu masalah weton jadi asing sebelumnya. Dia bilang dalam FB saya, “Dianing aku sudah baca Weton. Kusuka, kau tetap pada gayamu dan hal-hal sederhana yang membuat diriku yang bukan Jawa jadi ternganga.” Saya jadi ingat sebelum novel ini terbit, pihak Grasindo meminta saya untuk menambah sub judul agar orang yang dari luar Jawa tahu maksud weton. Jadilah novel ini berjudul Weton, Bukan Salah Hari.
Semalam datang pesan pendek ke ponsel saya, dari seorang mahasiswa Universitas Semarang, dia meminta izin untuk menggunakan novel Weton sebagai obyek skripsinya. Saya sangat berterimakasih kepada pembaca Weton juga teman-teman mahasiswa yang menggunakan novel ini sebagai obyek skripsi. Semoga sukses miliki kita semua. Amin
DWY

Iklan

Entry filed under: Dibalik Novel WETON.

Mak Dalam Novel Weton Palupi Adik yang Mengharukan.

3 Komentar Add your own

  • 1. nala  |  Juni 8, 2010 pukul 6:52 am

    dari novel weton ini saya jadi ngerti apa itu weton, hahaha… Keep writing mbak, tulisannya bagus 🙂

    Balas
    • 2. dianing  |  Juni 10, 2010 pukul 12:16 am

      Terimakasih mba Nala, salam.

      Balas
  • 3. hida Thankyu  |  Maret 22, 2017 pukul 9:15 am

    Halo mbak, terimakasih sudah membuat novel yang sangat kaya makna ini. Insyallah saya juga menggunakan novel ini menjadi objek. Mohon doanya mbak 🙂

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

November 2009
S S R K J S M
« Okt   Des »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

TELAH DIBACA

  • 105,232 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy


%d blogger menyukai ini: