Dinding Bambu

Oktober 30, 2009 at 12:19 pm 2 komentar

novel-wetonSEMUA berawal dari masa kanak-kanak. Masa di mana aku memiliki banyak kenangan. Aku merupakan cucu pertama baik dari pihak ibu dan bapak. Aku ingat betul betapa dulu aku sering diperebutkan oleh bulek-bulekku, dari bapak juga ibu. Mereka biasanya menawarkan berbagai makanan, biasanya jajanan pasar. Mungkin karena pengaruh ini, sampai sekarang aku sering kangen dengan makanan kecil khas kampung. Salah satunya Getuk.
Salah satu kenangan itu adalah ketika bermain dan sering tinggal di rumah Mbah Putri atau nenek dari ibu. Aku suka sekali tidur di kamar belakang dekat dapur. Dindingnya yang terbuat dari anyaman bambu, kami menyebutnya pager. Anyaman bambu ini dibuat sendiri oleh mbah kakung, almarhum Tayib. Wajahnya tirus, kulitnya hitam, tapi manis, he he… Aku kurang dekat dengan mbah kakung. Orangnya pendiam, banyak kerja. Dulu sering tetangga datang ke rumah minta nasehat sama mbah kakung. Dari urusan anak sakit sampai pertengkaran dalam rumah tangga.
Nah soal kamar dengan dinding anyaman bambu ini, yang bikin aku betah di kamar. Kalau pagi terasa dingin, kalau terik, jadi hangat. Aku lebih sering tinggal di rumah mbah putri yang ada di Teratai Kidul, sampai-sampai biar pun rumah ibu yang ada di Bundelan Yos Sudarso, tetapi aku sekolah di Kasepuhan. Sekolah yang dekat dengan rumah mbah putri. Jadilah, temenku sebagian besar berasal dari Kasepuhan, Kedungmiri dan sekitarnya.
Novel Weton, Bukan Salah Hari, novelku yang ke empat ini, aku selipkan nyamannya berada di kamar berdinding geribik, dinding yang terbuat dari anyaman bambu. Made in mbahku sendiri, lho.
DWY

Iklan

Entry filed under: Dibalik Novel WETON.

Undangan Makan yang Tak Gratis Tentang Bapak

2 Komentar Add your own

  • 1. munajat Edris  |  Desember 2, 2009 pukul 3:26 am

    Dindin bambu, kata itulah yang menarik perhatian saya,sebab awal puasa kemarin saya membangun rumah[saung] dikawasan bandung utara.Bukannya apa2 nggak tau ya kenapa saya begitu tertarik rumah kayak warisan nenek moyang. Maka untuk mewujudkan impian itu sy bangun rumah berlantai dua, lantai bawah tembok biasa yg atas pakai bilik bambu.

    Balas
    • 2. dianing  |  Januari 14, 2010 pukul 1:10 pm

      Tentu menjadi sebuah rumah yang menyenangkan, jadi pengen singgah …

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Oktober 2009
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

TELAH DIBACA

  • 104,302 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy


%d blogger menyukai ini: