Weton dan Kelahiran Seseorang

Oktober 23, 2009 at 4:14 am 19 komentar

novel-wetonSETIAP bayi tak pernah memilih kapan atau hari apa ia akan dilahirkan oleh ibunya. Ia akan lahir kapan saja dan di mana saja atas kehendak dan kuasa Tuhan. Setiap hari selalu baik, begitu Islam mengajarkan, meski pun ada hari-hari yang memiliki kebaikan lebih di saat-saat tertentu.
Weton, sangat berbeda dengan paham di atas. Weton mengkotakkan seseorang dengan hari ia dilahirkan dan pasaran hari. Maka weton seseorang kelak akan dihitung-hitung bila ia hendak melakukan sesuatu. Biasanya saat yang paling menentukan, adalah ketika sepasang kekasih hendak menikah. Orangtua di Jawa yang mempercayai weton akan melarang keras anaknya menikah dengan pasangannya, bila hitungan wetonnya jatuh pada hitungan buruk.
Weton inilah yang akhirnya membuat ribet untuk sebagian orang.
DWY

Iklan

Entry filed under: Dibalik Novel WETON.

Sintren, Tarian Beraroma Magis Cover Novel Nawang

19 Komentar Add your own

  • 1. Dhanik  |  Oktober 30, 2009 pukul 8:38 am

    Betul banget, Mbak. Dulu, saya yg keturunan jawa ini percaya banget karakter dan nasib manusia ditentukan berdasarkan weton. Tapi lama2 saya mikir, apa iya Tuhan itu Maha Tidak Kreatif? Menciptakan seluruh manusia di dunia ini hanya sebagai produk massal dan ditentukan hanya berdasarkan 35 karakter dan nasib? Jadi sekarang, saya percaya bahwa setiap manusia itu unik dan memiliki misi hidup sendiri2 dari Tuhan. Ini menurut saya lho, Mbak 😀

    Balas
    • 2. dianing  |  November 22, 2009 pukul 2:13 pm

      Saya sependapat kok, makasih ya…

      Balas
  • 3. lailatur rizkiyah  |  November 22, 2009 pukul 4:48 am

    apa benar dulu tu orng2 yg sdh melahirkan mesti mlihat primbon mrka

    Balas
    • 4. dianing  |  November 22, 2009 pukul 2:06 pm

      Mbak Rizkiyah, memang sebagian masyarakat Jawa suka membaca primbon, tetapi biasanya hanya orang-orang yang percaya sama primbon.

      Balas
  • 5. lalatul silvia  |  November 22, 2009 pukul 4:52 am

    apa benar dulu 2 orang2 yg sudah melahirkan mesti melihat primbon mrk

    Balas
    • 6. dianing  |  November 22, 2009 pukul 2:05 pm

      Mbak Silvia, sebagian masyarakat Jawa memang suka melihat primbon sebagai pedoman, tapi tidak setiap orang Jawa melakukan hal sama. Terimaksih ya…

      Balas
  • 7. khotib  |  November 29, 2009 pukul 1:13 am

    memeng semua hari baik, tapi di antara yang baik pasti ada yang lebih ^.^

    Balas
  • 8. Dwi Listia  |  Desember 11, 2009 pukul 6:54 am

    weton kan warisan budaya kalau bukan kita sendiri yang melanggengkan siapa lagi, ya kalau tidak mempercayai nggak masalah tapi kan bisa juga buat tambah wawasan/referensi ilmu wong orang asing saja mempelajarinya kenapa kita tidak ?? rugi dooooonk…….

    Balas
    • 9. dianing  |  Januari 14, 2010 pukul 1:11 pm

      Orang asing malah belajar dan mahir memaninkan gamelan mbak Dwi …

      Balas
  • 10. KR Suryawati  |  Desember 29, 2009 pukul 11:19 am

    ya..ya…ya

    Balas
    • 11. dianing  |  Januari 14, 2010 pukul 1:21 pm

      Terimakasih mbak Surya .

      Balas
  • 12. Irul  |  Februari 22, 2010 pukul 5:16 am

    Menurut sy weton,
    itu pngurangan /meperkecil hitungan hari,
    contoh,tahun dikurangin jadi 12bulan,bulan dikurangin jadi 4minggu,minggu dikurangin jada 7hari,hari dikurangi,jadi5 weton,
    berarti adanya weton kita mudah untuk menghafal suatu hari yang istimewa

    Balas
    • 13. dianing  |  Maret 2, 2010 pukul 3:58 am

      He he, oke deeh mas Irul.

      Balas
  • 14. agus mulyono  |  April 30, 2010 pukul 4:05 am

    giman ramalan tahun ini

    Balas
  • 15. deddy  |  Mei 18, 2010 pukul 3:02 pm

    boleh…tanya buat sy…nga

    Balas
    • 16. dianing  |  Juni 1, 2010 pukul 2:00 pm

      Tentu boleh …

      Balas
  • 17. wina  |  Agustus 16, 2010 pukul 11:26 pm

    klo sya c prcya g prcya soalx wkt nkah weton sya baek bngt kta orng2.n trnya alhmdulilh mang sllu mndptkn klncran rejki.

    Balas
    • 18. dianing  |  September 3, 2010 pukul 2:53 pm

      Syukurlah mba Wina, salam buat keluarga. Makasih dah singgah di sini.

      Balas
  • 19. Merlyn Revelia  |  Agustus 25, 2013 pukul 10:34 pm

    Mbak Dianing, apakah mempelajari dan mempraktekan wetn ataupun primbon itu dilarang di dalam Islam?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Oktober 2009
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

TELAH DIBACA

  • 104,302 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy


%d blogger menyukai ini: