Saat Anak Kita Jauh

Oktober 21, 2009 at 3:54 am Tinggalkan komentar

nawangDALAM novel Nawang, Nawang aku gambarkan sebagai perempuan yang punya daya juang tinggi dalam meraih impian dan cita-citanya. Dia ingin keluar dari kebiasaan perempuan pada umumnya. Menjadi istri sekedar pelengkap laki-laki, Nawang tidak seperti itu. Ia ingin menjadi perempuan yang diperhitungkan.
Begitu banyak kendala untuk meraih mimpi, tak semudah Nawang menciptakan mimpi, tetapi kegigihan Nawang menjawab sebuah kesulitan hidup. Termasuk saat berjauhan dengan orangtuanya.
Saat membaca ulang novel Nawang dibagian jauh dari kampung, aku ingat masa-masa meninggalkan kota kelahiran, menuju Jakarta. Bermodal mesin ketik, dan beberapa uang dari honor cerpen.
Sekarang aku sedang mereka-reka bagaimana perasaan Mak dulu, ketika aku yang anak perempuan, mesti meninggalkan rumah tanpa pengawal. Sekarang ini aku merasa waktu berputar dengan lamban. Sulung sejak pagi tadi, studi wisata bersama teman-teman dan gurunya. Bagaimana kelak jika sulung kami memilih keluar dari kampungnya? Kampung yang menjadi saksi sejak dia masih sangat muda.
DWY

Entry filed under: Dibalik novel NAWANG. Tags: .

Grasindo, Weton, Jawa dan Non Jawa. Sintren, Tarian Beraroma Magis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Oktober 2009
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

TELAH DIBACA

  • 102,406 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy

  • Semoga di dekat kita tak ada anak yang terlantar sekolahnya. @spirit_kita 12 hours ago
  • Saya tak kuasa membayangkan tubuhnya yang menua masih mencuci/menyeterika demi sekolah cucu. @spirit_kita 12 hours ago
  • Beruntung nenek yg buruh mencuci dan menyeterika, masih semangat menyekolahkan cucunya, meski sesungguhnya nenek tak berdaya. @spirit_kita 12 hours ago
  • Ada remaja yg ditinggalkan ayah dengan tak menafkahi ibunya sama sekali, sementara sang ibu tak peduli dengan pendidikan anak. @spirit_kita 12 hours ago
  • Dalam minggu ini dapat cerita juga melihat sendiri, bagamana sebagian anak kita kesulitan mendapatkan pendidikan. @spirit_kita 12 hours ago

%d blogger menyukai ini: