Toko Buku Online

Oktober 14, 2009 at 3:29 am 5 komentar

TAK mudah bagi orang-orang yang gemar membaca dan tinggal di Batang, Pekalongan dan sekitarnya. Sejak saya remaja di Batang tak ada satu pun buku yang menjual buku bacaan bermutu, seperti sastra, sains, sikhologi, filsafat dan macam bacaan lainnya.
Sampai sekarang pun, saat saya pulang lebaran kemarin, di tengah hiruk pikuk warung lesehan yang menjamur sepanjang Jalan Yos Sudarso, dan Alun-alun Batang tak ada satu pun toko buku. Saya sempat berpikir, sebetulnya bisa saja petinggi Batang, khususnya Bupati Batang, mendorong pengusaha lokal untuk membangun sebuah toko buku yang lengkap di sana. Atau bahkan bisa saja Pemda Batang membikin toko buku murah di sana. Semua itu, tentu, akan membangkitkan minat baca.
Tak adanya toko buku di Batang membuat teman-teman kesulitan mendapatkan novel saya, seperti “Nawang”, “Sintren”, “Perempuan Mencari Tuhan” dan yang terbaru, “Weton (Bukan Salah Hari)”. Sebagian dari mereka harus ke Semarang, karena toko buku di Pekalongan tak menyediakan buku-buku sastra.
Sebetulnya beberapa teman di daerah lain, juga mengalami hal yang sama, seperti Aceh, Kalimantan, juga kota-kota kecil di Jawa yang tidak punya toko buku besar seperti Gramedia dan Gunung Agung.
Banyak teman kemudian bertanya kepada saya melalui Facebook, juga SMS, bagaimana caranya mendapatkan novel-novel saya. Untung sekarang sudah banyak toko buku online. Untuk novel “Nawang” bisa dipesan melalui http://www.palasarionline.com. Novel “Perempuan Mencari Tuhan” bisa melalui toko buku online inibuku.com dan Khatulistiwa.net. Novel “Sintren” dan “Weton (Bukan Salah Hari)” bisa langsung dipesan lewat situs penerbitnya Grasindo: http://grasindo.co.id. Itu hanya beberapa di antara begitu banyak toko buku online yang bisa kita telusuri lewat google.com.
Sayangnya tak semua orang familiar dengan toko buku online. Ada sebagian yang merasa seperti membeli kucing dalam bantal. Padahal sering harga di toko buku online jauh lebih rendah dari pada di toko buku konvensional, karena mereka menerapkan diskon yang lumayan. Disamping itu tidak harus bermacet-macet di jalan, menghemat waktu, biaya dan tenaga. Tinggal pesen lewat internet atau telepon, eh sambil tiduran, buku pun tahu-tahu sudah sampai.
DWY

Entry filed under: Dibalik novel NAWANG. Tags: .

Sapaan Nawang Satu Dinding Berdua

5 Komentar Add your own

  • 1. Toko Buku Online  |  November 25, 2009 pukul 5:20 pm

    lama-lama familiar juga..

    Balas
    • 2. dianing  |  November 28, 2009 pukul 6:58 am

      Yup, betul banget. Kehadiran toko buku online memudahkan bagi mereka yang tinggal di kota kecil. Ingin beli buka yang diinginkan tinggal klik. Sukses ya…

      Balas
  • Very nice post. I just stumbled upon your weblog and wanted to say that I’ve really enjoyed surfing
    around your blog posts. After all I will be subscribing
    to your feed and I hope you write again soon!

    Balas
  • 4. N Chafiqoh  |  Januari 19, 2014 pukul 9:11 am

    bener itu mbak, aku tinggal di Pekalongan, tepatnya di Kedungwuni. Toko buku cuma satu.

    Kira-kira dimana bisa beli buku online, tapi bayar ditempat, COD… sekitar Pekalongan 🙂

    Balas
  • 5. jagoverifikasi  |  Februari 19, 2014 pukul 12:01 pm

    Hore … banyak temen.. sama nih kdw..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Oktober 2009
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

TELAH DIBACA

  • 102,406 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy

  • Semoga di dekat kita tak ada anak yang terlantar sekolahnya. @spirit_kita 10 hours ago
  • Saya tak kuasa membayangkan tubuhnya yang menua masih mencuci/menyeterika demi sekolah cucu. @spirit_kita 10 hours ago
  • Beruntung nenek yg buruh mencuci dan menyeterika, masih semangat menyekolahkan cucunya, meski sesungguhnya nenek tak berdaya. @spirit_kita 10 hours ago
  • Ada remaja yg ditinggalkan ayah dengan tak menafkahi ibunya sama sekali, sementara sang ibu tak peduli dengan pendidikan anak. @spirit_kita 10 hours ago
  • Dalam minggu ini dapat cerita juga melihat sendiri, bagamana sebagian anak kita kesulitan mendapatkan pendidikan. @spirit_kita 10 hours ago

%d blogger menyukai ini: