Sudah Tua Menikah Lagi?

Oktober 12, 2009 at 3:24 am Tinggalkan komentar

FIRA mendadak memerlukan tongkat untuk latihan pramuka Sabtu besok. Untung maruntung dia ngomong Kamis pagi, sebelum berangkat sekolah. Saya punya waktu untuk memesan tongkat ke Bang Goca. Namanya Gunawan, tapi entah mengapa tetangganya memanggilnya Goca. Dia merupakan petugas keamanan di tempat kami tinggal.
Tongkat pramuka Fira sebenarnya masih kuat, tetapi saya nggak mengira kalau tongkat yang saya taruh di sudut halaman itu dijadikan penyangga oleh tukang yang tengah merenovasi rumah. Habis gitu tongkatnya juga dipotong beberapa centi biar pas. Tukang yang sedang merenovasi rumah ya nggak minta izin dulu ke saya, main potong dan pakai saja. Sudahlah, nggak apa-apa. Namanya juga mereka nggak tahu, kalau tongkat itu selalu dipakai buat latihan pramuka.
Kembali ke Bang Goca. Tahun ini dia, begitu saya ikut memanggil genap sepuluh tahun bekerja mengamankan lingkungan kami. Maka gaji dia paling tinggi dibandingkan dengan petugas keamanan yang lain. Kebanyakan para satpam itu suka berhenti setelah lebaran usai. Alasannya bermacam-macam, dari pindah rumah, ada pekerjaan lain atau usia yang sudah tua.
Bang Goca tetap setia membantu kami. Bang Goca tak hanya menjadi petugas keamanan atau satpam saja. Sekali waktu dia ngojek. Bang Goca juga punya langganan beberapa anak sekolah. Sekali waktu dia juga merenovasi rumah warga, jualan tiang dari bambu saat menjelang hari HUT RI. Saya sendiri suka memesan bambu untuk beberapa keperluan pada Bang Goca.
Bang Goca juga menjual pintu dan lemari. Biasanya dia memoles lagi pintu atau lemari dari pemberian warga. Hasil polesannya itu dia jual ke tetangga dengan harga yang tentu lebih murah dibanding dari toko. Toh, dia untung banyak. Dari warga dia diberi, eh dijual lagi. Sungguh cara cerdik mencari nafkah.
Kalau saya lihat Bang Goca sebenarnya tak perlu bekerja keras, ketiga anaknya sudah menikah semua. Masing-masing anaknya sudah mandiri dan memiliki pekerjaan yang bagus. Rupanya Bang Goca orang yang tak suka menganggur, hingga suatu hari Mar, asisten saya dalam urusan rumah mengatakan kalau istri Bang Goca sedang hamil. Saya menautkan kening. Saya tahu ketiga anak Bang Goca sudah menikah semua. Artinya usia istri Bang Goca sudah riskan untuk hamil.
“Istri barunya bu.”
“Istri baru?” Saya menautkan kening kuat-kuat.
Mar lalu panjang lebar bercerita kalau Bang Goca, baru saja melangsungkan pernikahannya yang kedua kali. Saat ini sudah hamil dua bulan. Saya tak habis pikir mengapa Bang Goca menikah lagi, padahal bila ia tak menikah lagi tentu beban hidup sudah sangat ringan. Tinggal menafkahi istrinya saja. Sekarang dengan menikah lagi, Bang Goca harus menanfkahi dua istri. Lalu mempersiapkan kelahiran anak pertama dari istri sekarang, yang tentu tak sedikit.
“Istri mau dimadu, Mar.”
“Ya nggak laah bu.”
“Kan harus seizin istri pertama Mar, kalau mau nikah lagi.”
“Itu kan teorinya, bu.”
Aku tersenyum tipis. Seksrang gaya bicara Mar tampak lebih bagus.
“Namanya laki-laki, bu.” Saya mengangguk-angguk.
“Ketiga anaknya saja nggak didengar kok bu. Tetap saja nikah.” Saya mengangguk-angguk lagi.
“Padahal hidupnya sudah enak, bu. Tinggal momong cucu. Ketiga anak-anaknya pasti memberi uang kalau ada rejeki lebih. Sekarang, semua anak-anak Bang Goca nggak mau ke rumah Bang Goca.”
“Istri Bang Goca?”
“Diajak sama anak yang paling besar, mereka nggak mau lagi ngasih uang ke Bang Goca. Mereka mau mengurus ibu mereka saja.”
“Kok kamu tahu, Mar.”
“Halaah bu, siapa yang nggak tahu. Di kampung saya mah berita cepat menyebar.” Saya mengangguk-angguk pelan. Tak memahami mengapa Bang Goca seperti memilih jalan yang lebih sulit untuk masa depannya.
DWY

Iklan

Entry filed under: Catatan.

Kejutan Pagi Sapaan Nawang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Oktober 2009
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

TELAH DIBACA

  • 103,873 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy

  • RT @ummychasan: @detikcom Ketiganya kami cintai dan hormati, mrk bekerja u rakyat. 1 hour ago
  • RT @mesjkt: @detikcom Ke3nya adalah orang2 yg saya kagumi:jujur,bersih,berintegritas tinggi dan kerja kerasnya ikhlas buat bangsa dan negar… 1 hour ago
  • RT @virusmotivasi: Kadang seseorang menyalahkan orang lain hanya karena tak temukan kata yg tepat tuk ucapkan maaf. Dan karena itu kegagala… 2 hours ago
  • RT @virusmotivasi: Kadang kamu memilih tuk sendiri, bukan berarti kamu tak ingin dicintai, itu hanya berarti kamu butuh waktu tuk sembuhkan… 2 hours ago
  • RT @ilhamkhoiri: Afi Nihaya itu baru lulus SMA, masih 19 tahun, anak pedagang cilok, tapi catatannya inspiratif untuk bangun Indonesia yg d… 2 hours ago

%d blogger menyukai ini: