Kejutan Pagi

Oktober 11, 2009 at 5:06 am Tinggalkan komentar

PAGI adalah waktu yang sibuk, meski pun Jumat. Pagi ini, Fira sama adiknya mogok makan nasi, sejak semalam sudah pesan mie goreng saja. Saya suka menolak dengan alasan makan pagi itu penting. Tapi Fira berujar bosan dan makan pagi kan nggak harus pakai nasi.
Usai makan mie goreng dan segelas susu, Fira dan adiknya bersiap untuk berangkat sekolah dengan jasa ojek. Saya mengantarnya hanya sampai halaman rumah, karena diwaktu yang sama tukang sayur langganan saya sudah sampai di depan rumah. Saya memesan satu ekor bandeng segar.
Usai membayar dan menyimpannya di kulkas, berhenti sepeda motor tepat di depan rumah saya. Siapa pagi-pagi begini datang bertamu. Setelah saya lihat, ternyata dari biro jasa pengiriman barang. Si pengantar sudah hafal dengan saya, karena sudah beberapa kali mengantar surat atau buku dari teman.
Saya lega begitu melihat amplop coklat dengan tulisan Grasindo, tiga hari ini memang tengah menunggu kiriman bukti terbit novel terbaru saya. Dan pagi ini sampai. Syukurlah. Usai tanda tangan dan mengucap terimakasih, saya masuk. Duduk di ruang tamu yang desainnya kami bikin seperti teras rumah.
Saya keluarkan satu eksemplar novel terbaru saya WETON, Bukan Salah Hari. Sampulnya didominasi warna merah, dengan foto seorang gadis berambut panjang. Gadis itu berkebaya batik warna merah juga, bawahannya mengenakan jarik atau kain batik. Latar belakang gadis itu sebuah jam bundar dengan angka-angka Jawa.
“Gadis Jawa betul,” begitu komentar suami.
Saya puas dengan cover sampulnya. Pas dengan cerita tentang WETON juga budaya Jawa. Terimakasih Grasindo yang menerbitkan novel ini. Juga untuk suami dan anak-anak yang selalu mendukung saya.
DWY

Iklan

Entry filed under: Dibalik Novel WETON.

Dari Sebuah Cerpen Sudah Tua Menikah Lagi?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Oktober 2009
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

TELAH DIBACA

  • 103,887 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy


%d blogger menyukai ini: