Apa Enaknya sih Punya Istri Dua

Oktober 7, 2009 at 7:20 am Tinggalkan komentar

SAYA tidak tahu persis nama orangtua itu. Seorang laki-laki yang saya taksir usianya sudah di atas limapuluh tahun. Saya hanya tahu orangtua itu bapaknya Mbak Narti. Mbak Narti sendiri penduduk kampung dekat saya tinggal. Mbak Narti bekerja sebagai pembantu rumah tangga di bu Feri, tetangga saya.
Pak Badri, begitu kita panggil. Dia sering dipanggil pengurus RT kami untuk membersihkan selokan. Biar pun sudah tua, tenaganya masih kuat.
“Makanya bu, dia menikah lagi karena masih kuat,” celetuk Mar asisten saya yang mengurus pekerjaan rumah. Saya tersenyum tipis.
“Masih kuat, masih strong gitu,” ujar Mar lagi. Mar memang suka banget ngomong seenaknya, tak peduli orang yang tengah dia bicarakan adalah orangtua. Meski kita hormati.
“Siapa mau hormat sama dia bu, semua anak-anaknya benci bu.”
Saya terdiam.
“Orang sudah punya cucu banyak, kok kawin lagi. Ya kalau istrinya muda dan cantik. Sama-sama tua, bu.”
Dari tadi Mar nyerocos terus.
“Biar aja, orang dia yang nikah lagi kok kamu yang repot.”
“Habisnya, kesal saya bu.”
Saya pandangi wajah Mar yang kesal. Bikin saya geli.
“Atau jangan-jangan kamu cemburu ya,” goda saya. Mar tergelak lalu tertawa lepas.
Mar termasuk terlambat menikah untuk ukuran di kampung sini. Teman seusinya rata-rata sudah punya balita. Mar sendiri usianya baru duapuluh satu tahun. Pernikahan dini sering bahkan lazim di tetangga Mar. Herannya lagi banyak laki-laki menganut poligami, tanpa didukung penghasilan yang memadahi. Rata-rata mereka menjadi buruh serabutan, tukang ojek, petugas kebersihan atau satpam di perumahan yang ada di dekat kampung mereka.
Saya kadang berpikir apakah cukup uang yang mereka dapatkan untuk memiliki lebih satu istri. Masing-masing istri memberikan satu anak atau lebih. Bagaimana dengan permasalahan yang timbul, untuk satu istri saja seringkali kesulitan uang menghadang. Apalagi dengan dua istri. Entahlah.
Saya jadi ingat pada penulis senior yang menikah lagi di usia limapuluh lebih. Saya tak habis pikir mengapa orangtua itu menikah lagi, padahal ketiga anaknya sudah sarjana semua. Ibarat bekerja, orangtua itu tinggal istirahat. Menikmati hari tua dengan melihat anak-anak yang sudah mentas alias mandiri.
Tiga tahun setelah menikah, istri kedua yang jauh lebih muda hamil. Sekarang banyak orang yang tidak tahu, menyangka anak dari istri kedua itu adalah cucunya.
* * *
Lain hari Mar masuk pagi-pagi. Saya menautkan kening, pagi sekali Mar masuk. Memang diantara pembantu-pembantu di sekitar saya, Mar paling pagi masuk. Eh sekarang lebih pagi lagi.
“Mar belum saya rendam bajunya.” Saya suka merendam baju terlebih dulu, ketika Mar datang tinggal lagsung dicuci.
“Santai aja bu,” ujar Mar bukannya merendam baju malah masuk ke dalam dan duduk di ruang tamu.
“Ada gosip seru, bu.”
Saya menghela napas.
“Masih pagi nggak boleh nggosip.”
“Ini soal Pak Badri.”
Saya tak menanggapi dan masuk ke dalam.
“Dia diusir sama istri barunya, bu.”
Saya terkejut. Terbayang wajah tua Pak Badri.
“Diusir?”
“Ya, dalam keadaan sakit,” jelas Mar lagi.
“Maksudnya?”
“Ceritanya Pak Badri sakit, nggak bisa berdiri apalagi jalan. Hanya di tempat tidur. Istri barunya nggak mau repot, nggak mau ngurus Pak Badri.”
Saya terdiam.
“Semalam Pak Badri pulang dengan becak dan digendong oleh bapak-bapak yang kebetulan sedang nongkrong. Tahu nggak bu, begitu sampai di rumah ketiga anak Pak Badri malah marah-marah, ngomong macam-macam sama Pak Badri. Mereka sakit hati bu, terlanjur benci dan nggak mau menerima Pak Badri pulang.” Panjang Mar bicara.
“Istrinya.”
“Untung istrinya baik bu. Dia mau menerima Pak Badri kembali dan merawat Pak Badri.”
Saya terdiam, Mar juga diam. Suasana sejenak hening.
“Kalau saya jadi istri tua Pak Badri, nggak sudi bu. Sudah susah payah menemani sampai anak-anak besar, eh ditinggal kawin.
Saya menelan ludah. Membayangkan Pak Badri yang renta dan sakit, membayangkan seorang penulis senior yang sudah tua dengan seorang anak balita. Yang saya tahu semua anak-anak dari istri pertamanya juga merasa tersakiti dengan pernikahan ke duanya.
DWY

Entry filed under: Catatan. Tags: .

Bergunjinglah dengan Cerdas Dari Sebuah Cerpen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Oktober 2009
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

TELAH DIBACA

  • 102,406 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy

  • Semoga di dekat kita tak ada anak yang terlantar sekolahnya. @spirit_kita 12 hours ago
  • Saya tak kuasa membayangkan tubuhnya yang menua masih mencuci/menyeterika demi sekolah cucu. @spirit_kita 12 hours ago
  • Beruntung nenek yg buruh mencuci dan menyeterika, masih semangat menyekolahkan cucunya, meski sesungguhnya nenek tak berdaya. @spirit_kita 12 hours ago
  • Ada remaja yg ditinggalkan ayah dengan tak menafkahi ibunya sama sekali, sementara sang ibu tak peduli dengan pendidikan anak. @spirit_kita 12 hours ago
  • Dalam minggu ini dapat cerita juga melihat sendiri, bagamana sebagian anak kita kesulitan mendapatkan pendidikan. @spirit_kita 12 hours ago

%d blogger menyukai ini: