Berkunjung ke SDN Kasepuhan II

Oktober 3, 2009 at 5:47 am Tinggalkan komentar

BATANG, kota ini mengental dalam kesadaranku saat jauh di Jakarta. Aku justru bisa menumpahkan Batang yang eksotik dengan bentangan sawah, kibasan sayap itik di tepi Kali, juga lenguhan khas kerbau.
Saat mudik lebaran kemarin, malam hari aku bersama suami, anak-anak dan Dian, adik bungsu, berencana cari makan keluar. Kami belum tahu mau makan di Alun-alun Batang, atau cari Tauto ke Pekalongan. Akhirnya mobil berjalan begitu saja, mulanya kami lewat Teratai Lor, di jalan Yos Sudarso, jalan menuju pantai Batang. Kami belok kiri. Di Teratai Lor ini banyak famili tinggal, tetapi kami tak singgah, mengingat malam hari. Kurang enak.
Akhirnya mobil melewati kawasan Kebanyon, inilah kawasan yang senantiasa menggetarkan , mobil merambat melalui Atas Angin, dulu orang-orang kampung tak ada yang berani lewat sini, angker. Di sisi kanan adalah bentangan sawah, sedang di kiri bentangan Kali. Kali inilah tempat Nawang menikmati kerbau yang sedang dimandikan saat menuju atau pulang sekolah.
Tak jauh di sebelah kanan sana adalah kompleks sekolah dasar Kasepuhan, di situlah Nawang (NAWANG) juga Saraswati (SINTREN) bersekolah. Tepatnya SDN Kasepuhan II, dimana aku menikmati masa kanak-kanak. Inilah tempat aku bersekolah.
“Itu sekolah Nawang,” tunjukku pada Fira, sisulung yang mulai gemar menulis.
“Ya sudah kita lihat SD Bunda,” ajak Dian.
“Boleh tuh,” ujar suami bersemangat.
Malam itu mobil segera menuju ke sekolah dasar Kasepuhan II. Memang sih setiap kali aku pulang ke Batang, tak pernah luput. Sekolah ini selalu aku kunjungi. Biasanya pagi hari, tapi tanpa direncana malam itu aku, suami yang orang Aceh, juga anak-anak menyaksikan sekolah bunda dulu.
Sampai di depan sekolah yang bangunannya sudah banyak direnovasi, aku mencoba mengambil gambar, tetapi lebih banyak mengenang masa-masa lalu. Tapi karena malam, hanya plang sekolah yang kelihatan.
“Ini sekolah Nawang, juga Saraswati,” ujar Fira antusias.
DWY

Iklan

Entry filed under: Dibalik novel NAWANG.

Bayarlah Utang, Semudah Engkau mendapatkan Pinjaman Bergunjinglah dengan Cerdas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Oktober 2009
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

TELAH DIBACA

  • 104,308 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy

Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.


%d blogger menyukai ini: