Serpihan Kenangan Masa Kecil

Oktober 1, 2009 at 2:16 pm Tinggalkan komentar

SEMALAM ketika saya sedang menulis, melintas tetangga saya. Mbah, begitu saya suka menyapa. Disamping memang usianya yang jauh lebih tua, beliau termasuk yang dituakan. Pensiunan guru di Biak itu, termasuk tetangga yang suka bertukar pikiran dengan saya.
Saya yang sedang menyelesaikan novel, nggak enak ketika melihat beliau duduk di teras. Malam hari saya suka pindah ke ruang depan untuk menulis, sambil menemani anak-anak belajar juga sibungsu bermain. Akhirnya saya beranjak dari komputer, menemui mbah dan ngobrol sejenak. Akhirya obrolan sampai ke novel Sintren, yang terbit 2007 lalu.
Mbah bercerita kalau dulu semasa kecil sering nonton sintren. Perempuan muda yang mengenakan kebaya dan diikat tubuhnya, lalu dimasukkan ke dalam sangkar ayam. Setelah panjak bernyanyi, tak lama sangkar dibuka. Karena kekuatan magislah dalam waktu sejenak si penari sintren sudah tak terikat lagi, bahkan sudah berganti baju. Mbah bertanya apakah hal itu sama dengan yang di Batang. Mbah berasal dari Tegal, konon karena terpesona dengan Soekarno atau Bung Karno, mbah sukarela datang ke Irian Jaya untuk menjadi relawan merebut kembali Irian Jaya. Hingga akhirnya beliau mengajar di Biak.
Saya ceritakan pada mbah, terakhir saya melihat pertunjukan sintren ketika kelas empat SD. Sejak itu sintren sudah jarang dipertunjukkan, apalagi untuk sekarang. Sintren benar-benar sudah menghilang dari Batang, tertutama di kabupatennya.
Sintren sendiri merupakan novel perdana saya, yang penggarapannya melibatkan serpihan masa kanak-kanak saya. Tanpa saya duga, masuk lima besar Khatulistiwa Literary Award.
DWY

Entry filed under: NOVEL, Uncategorized. Tags: .

Memahami Sebentuk Hati Mama Fahri Bayarlah Utang, Semudah Engkau mendapatkan Pinjaman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Oktober 2009
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

TELAH DIBACA

  • 102,406 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy

  • Semoga di dekat kita tak ada anak yang terlantar sekolahnya. @spirit_kita 12 hours ago
  • Saya tak kuasa membayangkan tubuhnya yang menua masih mencuci/menyeterika demi sekolah cucu. @spirit_kita 12 hours ago
  • Beruntung nenek yg buruh mencuci dan menyeterika, masih semangat menyekolahkan cucunya, meski sesungguhnya nenek tak berdaya. @spirit_kita 12 hours ago
  • Ada remaja yg ditinggalkan ayah dengan tak menafkahi ibunya sama sekali, sementara sang ibu tak peduli dengan pendidikan anak. @spirit_kita 12 hours ago
  • Dalam minggu ini dapat cerita juga melihat sendiri, bagamana sebagian anak kita kesulitan mendapatkan pendidikan. @spirit_kita 12 hours ago

%d blogger menyukai ini: