Semangat Nawang

September 18, 2009 at 1:17 am Tinggalkan komentar

nawangMINGGU terakhir ini ponselku bertambah sering berdering. Surat pendek dari adik-adik di Batang mengabarkan besok merupakan pasar kembang, kapan aku pulang. Biasanya aku pulang tanpa mengabarkan terlebih dulu, aku senang bila tiba-tiba aku ada di depan keluargaku di Batang, tanpa mereka duga.
Lebaran tahun ini aku menjawab pertanyaan mereka yang datang dengan bergantian, dan tadi pagi interlokal dari bulek di Semarang menanyakan pertanyaan yang sama, kapan aku pulang. Tadi sore, adik sepupu menghubungiku ke ponsel. Adik yang satu ini istimewa di hadapanku. Aku memanggilnya Tiwi, dari nama lengkapnya yang panjang. Pada sosoknya aku menemukan semangat NAWANG. Perempuan yang tegar, pantang menyerah dalam menggapai impiannya.
Tiwi lulus dari Universitas Diponegoro dua tahun silam. Usai sarjana dia penggila lowongan kerja, hingga Tuhan memberinya pekerjaan di Riau, hanya dalam waktu empat bulan masa usai kuliah. Alhamdulillah sarjana teknik kimia itu sekarang diterima bekerja di Pertamina dua bulan lalu. Aku senang, karena Tiwi sudah satu kota denganku, Jakarta.
Dalam rentang dua bulan itu justru aku belum bisa bertatap muka dengannya. Ia mesti menjalani masa pelatihan selama tiga bulan. Waktu libur kerja sangat sedikit, bahkan lebaran tahun ini ia benar-benar tidak bisa pulang kampung.
Besok pagi dia berjanji akan menengok Edgin dan keponakan lainnya, yakni anak-anakku. Aku bisa merasakan kangen Tiwi yang mengental pada ibu, bapak juga adik-adikknya di lebaran nanti. Mereka saling mencintai tetapi jarak dan waktu tak bisa bertemu.
Seperti Tiwi, Nawang pun mengalami hal yang sama.
DWY

Iklan

Entry filed under: Dibalik novel NAWANG.

Alun-alun Batang Mimpi-mimpi Nawang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

September 2009
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

TELAH DIBACA

  • 103,197 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy


%d blogger menyukai ini: