Sekolah Dasar Negeri Kasepuhan II

Agustus 19, 2009 at 4:59 am Tinggalkan komentar

nawangMEMBACA kembali Nawang pada awal cerita, mengingatkan masa-masa aku masih duduk di sekolah dasar. Rumahku sebenarnya di jalan Yos Sudarso, mestinya aku sekolah di SD Karangasem atau SD Proyonanggan yang lebih dekat dengan rumah, tetapi masa kecil yang sering tinggal di rumah nenek membuat bapak mendaftarkan aku ke SD Kasepuhan. Aku tidak tahu apa pertimbangan bapak memasukkan aku ke SD II padahal bulek dan paman sekolah di SD I. Satu lagi, agar aku bisa masuk SD bapak menambah usiaku satu tahun. Sampai sekarang coretan pada angka 74 ditindih dengan angka 3 masih jelas di surat kelahiranku.
Dari semua sekolah dasar yang ada di kompleks Kasepuhan, di zamanku juga sebelumnya SD tempat aku sekolah merupakan sekolah favorit. Prestasi bagus selalu bisa kami raih dalam setiap perlombaan, baik itu cerdas cermat, baca puisi, olahraga dan lainnya.
Dari masa-masa kanak dan remaja, masa ketika duduk di bangku sekolah dasar adalah masa yang banyak menorehkan kenangan. Teman-teman, guru yang mengajari aku masih bisa aku ingat baik wajah dan nama. Sayang aku seperti kehilangan jejak guruku semasa SD itu. Seperti ibu Lilis, yang dulu sangat dekat dengan aku. Mungkin karena aku lebih cepat bisa membaca dibanding teman yang lain. Maklum, bapak adalah guru yang galak di rumah. Dia sangat berambisi agar aku bisa cepat membaca.
Jika pulang ke Batang nanti, ingin sekali bertemu dengan teman-teman semasa sekolah dasar dulu, juga ingin mengunjungi beberapa guru. Semoga terwujud. Amin.
DWY

Iklan

Entry filed under: Dibalik novel NAWANG.

Tunangan Emosi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Agustus 2009
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

TELAH DIBACA

  • 103,887 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy

Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.


%d blogger menyukai ini: