Hati-hati dengan Lidahmu

Agustus 16, 2009 at 12:02 pm 2 komentar

Ucapan itu sebagian dari doa, begitu yang sering kita dengar. Aku sendiri telah membuktikan, setelah itu jadi belajar berbicara yang baik-baik saja. Dulu, ketika anak pertama demam, aku nggak sampai hati melihatnya. Aku berujar, sudahlah Nak sembuh, biar bunda saja yang sakit. Waktu itu suami sudah mengingatkan ucapanku.
Tak lama memang si sulung sembuh, aku lega. Apa yang terjadi? Tak lama juga fisik saya yang ambruk., saya jatuh sakit. Giliran suami yang repot, karena si sulung baru berusia tujuh bulan. Ia jadi yang sering menjaga si kecil.
“Makanya Wid, ucapan itu mesti dijaga,” ujar suami. Aku menanggapinya dengan mengangguk.
Ternyata menjaga lidah itu sulit. Peristiwa itu tak membuat aku serta merta ingat. Sebelum Tuhan memberi kesempatan aku hamil anak ketiga, aku berujar lagi. Pengen punya anak dua saja. Hingga datang garis tangan yang Tuhan tentukan. Seolah memang hendak menamparku dengan lembut. Aku tak sempat mencium putriku. Putri yang aku lahirkan itu hanya berumur sepuluh hari dengan rumah di ruang NICU. Saat itulah aku mulai memahami agar lidah mesti dijaga.
Novel NAWANG pun aku selipkan, pentingnya menjaga lidah. Semoga bermanfaat. Amin.

Iklan

Entry filed under: Dibalik novel NAWANG.

Hutang Tunangan

2 Komentar Add your own

  • 1. refa  |  Agustus 16, 2009 pukul 12:14 pm

    Pertama. Salam kenal.
    Perenungan yang indah dan mendalam. Salut untuk tulisan yang penuh inspirasi ini.
    Salam takzim.

    Balas
    • 2. dianing  |  September 11, 2009 pukul 2:21 pm

      Terimakasih …

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Agustus 2009
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

TELAH DIBACA

  • 103,212 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy


%d blogger menyukai ini: