Pasar

Juli 27, 2009 at 7:17 am Tinggalkan komentar

nawangMasa kanak-kanakku lekat dengan pasar. Kedua orangtuaku pedagang. Ibu jualan sembako dan perlengkapan rumah tangga. Macam-macam ibu jual. Ibu bekerja di rumah sambil mengasuh kami anak-anaknya. Bapak berdagang di pasar Batang.
Di pasar itu ada satu warung milik buyut, ibunya nenek dari bapak. Aku tidak tahu persis nama buyutku dari bapak. Aku sering memanggil beliau dengan panggilan buyut , gitu aja. Aku nggak tahu buyut jualan apa, mengingat buyut aktif berjualan ketika usiaku masih sangat muda, masih bayi.
Pasar Batang lekat dalam ingatanku, karena aku lebih suka disuruh ibu belanja ke pasar ketimbang bantu ibu di dapur. Aku ke pasar dengan sepeda kumbang atau sepeda jengki merk Phoenix, warnanya biru. Sepeda aku titipkan di penitipan lek Slamet. Aku akan diberi kartu nomor yang ujungnya diberi karet gelang. Satu kartu juga diikatkan pada stang sepeda.
Lek Slamet ini namanya aku jadikan salah satu tokoh di novel NAWANG. Lek Slamet juga yang sering membantuku mengikat karung yang berisi belanjaan pada bagasi sepeda.
Masa remaja yang ternyata asik aku kenang, apalagi saat ini aku jauh dari Batang.
Lewat novel NAWANG ini, aku menggoreskan kembali tentang kota Batang, lengkap dengan pasarnya.
DWY

Iklan

Entry filed under: Dibalik novel NAWANG.

Jakarta Dari 150 halaman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Juli 2009
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

TELAH DIBACA

  • 105,258 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy


%d blogger menyukai ini: