Jakarta

Juli 25, 2009 at 12:39 pm Tinggalkan komentar

nawang“Jakarta itu kejam Wid, lebih kejam dari ibu tiri.” Begitu ujar orang-orang di sekelilingku. Bapak malah tercengang ketika aku sampaikan keinginanku ke kota ini.
“Kamu anak perempuan.” Satu kalimat pendek itu sudah cukup jelas buatku. Bapak mengkhawatirkan aku, seolah ingin mengatakan sudahlah kamu cukup di Semarang saja. Masih dekat dengan rumah. Hanya dua setengah jam waktu tempuh Batang – Semarang.
Di Semarang aku memang tak sendiri. Ada bulek juga beberapa famili di kota itu, tetapi Semarang menjadi sempit untuk menampung gelegak keinginanku. Aku merasa mentok di kota ini. Aku merasa tak punya tantangan. Semarang serba tanggung. Kegiatan seni dan budaya kurang menggigit di kota ini. Maka aku butuh tempat baru. Jakarta.
Ketika memutuskan ke kota ini, tulisanku berupa puisi dan cerpen sudah di muat di berbagai media daerah baik di Jawa dan Sumatera, juga beberapa media di Jakarta. Puisi dan cerpenku pun sudah dimuat di Brunai Darussalam.
Aku tak peduli dengan ketakutan bulek juga bapak. Ketika itu lampu hijau sudah aku dapatkan dari ibu, itu yang membuatku mantap ke Jakarta. Hanya satu keinginanku. Aku ingin besar di dunia kepenulisan.
Dengan modal honorarium tulisan di Cempaka dan Suara Merdeka serta satu mesin ketik, aku ke Jakarta. Berangkat dari terminal Pekalongan malam hari, dan sampai di terminal Pulo Gadung pagi. Waktu itu akhir tahun 1995.
Begitu bus memasuki Pulo Gadung perutku mulas.
“Itu pertanda kamu mulai stres menghadapi Jakarta ha ha ha,” gelak seorang teman yang duduk di sampingku.
Aku pandangi sekelilingku. Jakarta memang semrawut. Untuk masuk ke dalam terminal saja, bus sangat lamban bergerak. Macet. Begitu turun dari bus aku sudah disambut oleh seorang perempuan setengah baya. Ia membujukku untuk ikut bekerja dengan dia. Tentu dengan iming-iming gaji besar setiap bulan, tapi aku sudah kuatkan hati untuk menuju rumah seorang penulis senior di bilangan Pasar Minggu.
Begitu bus tujuan Pasar Minggu ada di depan mata, tanpa ba bi bu aku naik. Satu bus penuh dengan pedagang sayur mayur. Semuanya ibu-ibu. Satu diantara mereka, postur tubuh dan wajahnya mengingatkan aku pada ibu. Duh, belum sehari di Jakarta aku sudah kangen sama ibu.
Bagaimana dengan Nawang saat hijrah ke Jakarta? DWY

Iklan

Entry filed under: Dibalik novel NAWANG.

SMS Pasar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Juli 2009
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

TELAH DIBACA

  • 103,887 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy


%d blogger menyukai ini: