SMS

Juli 24, 2009 at 1:04 pm Tinggalkan komentar

nawangSemalam pesan pendek masuk ke ponselku, saat membaca hati terasa senang. Syukurlah bila karyaku berbentuk novel dengan judul Nawang itu bisa menginspirasi pembacanya untuk lebih maju. Pesan pendek itu berbunyi seperti ini, Nawang keren, Mbak. Inspiratif banget, jadi tambah semangat nyelesein skripsi. Maturtengkyu.
Semangat merupakan modal besar untuk mencapai impian. Novel Nawang memang aku garap dengan semangat menjadikan perempuan sebagai subyek. memiliki persamaan hak dalam mendapatkan pendidikan, seperti halnya dengan kaum laki-laki.
Pada zaman aku masih duduk di sekolah dasar, di kampungku Batang, perempuan kerapkali mendapat diskriminasi dalam soal pendidikan. Orangtua lebih konsentrasi pada anak-anak laki-laki dalam urusan sekolah. Perempuan tak perlu sekolah tinggi, toh akhirnya menikah punya anak. Ngurus suami dan anak, begitu ujar sebagian orangtua di kampungku dulu.
Ternyata pola pikir itu masih ada di zaman sekarang. Aku tinggal di bilangan Depok, di sebuah perumahan yang dekat dengan perumahan penduduk asli Betawi. Aku tercengang, mendengar penuturan Mpok Ayum, pembantu tetanggaku sekaligus ibu dari asisten atau pembantuku di rumah. Mpok Ayum bilang, “Perempuan nggak apa-apa Bu sekolah cuma sampai SD, nantinya juga di dapur.”
Aku menelan ludah.
DWY

Iklan

Entry filed under: Dibalik novel NAWANG.

Batang selalu Eksotik Jakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Juli 2009
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

TELAH DIBACA

  • 103,873 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy

  • RT @ummychasan: @detikcom Ketiganya kami cintai dan hormati, mrk bekerja u rakyat. 2 hours ago
  • RT @mesjkt: @detikcom Ke3nya adalah orang2 yg saya kagumi:jujur,bersih,berintegritas tinggi dan kerja kerasnya ikhlas buat bangsa dan negar… 2 hours ago
  • RT @virusmotivasi: Kadang seseorang menyalahkan orang lain hanya karena tak temukan kata yg tepat tuk ucapkan maaf. Dan karena itu kegagala… 2 hours ago
  • RT @virusmotivasi: Kadang kamu memilih tuk sendiri, bukan berarti kamu tak ingin dicintai, itu hanya berarti kamu butuh waktu tuk sembuhkan… 2 hours ago
  • RT @ilhamkhoiri: Afi Nihaya itu baru lulus SMA, masih 19 tahun, anak pedagang cilok, tapi catatannya inspiratif untuk bangun Indonesia yg d… 2 hours ago

%d blogger menyukai ini: