Utang

Juli 9, 2009 at 7:58 am Tinggalkan komentar

nawangMenggerutu pada ibu, dan bilang nggak mau lagi menagih hutang, begitu selalu yang aku ucapkan setelah menagih utang. Herannya aku selalu saja mau menagih utang ke tetangga bila disuruh lagi. Ibu sepertinya punya jadwal nyuruh aku menagih hutang, setiap Kamis. Pada hari itu memang kebanyakan tetanggaku pada gajian. Mereka menjadi buruh noto mi, pada orang-orang yang punya usaha pembuatan kerupuk. Lingkunganku memang kebanyakan punya usaha pembuatan kerupuk, tahu, dan tempe. Ke utara sedikit adalah lingkungan nelayan. Ke dalam sedikit, yakni dekat dengan rumah nenek, adalah lingkungan bertani.
Tiba waktunya aku benar-benar jera. Aku diumpat habis-habisan sama salah satu orang yang aku tagih. Di depan orang banyak dia meracau nggak karuan. Sakit rasanya. Tapi, dari pengalaman itu kok aku jadi punya tekat, kelak mereka yang ngomel-ngomelin aku akan memandangku. Oh ini Widya yang dulu. Masa kecilku emang penuh impian. Aku ingin menjadi orang terkenal. Ingin masuk majalah juga TV. Pernah bulek Yanti bilang.
“TVnya ora cukup Wid.”
Aku menolak disuruh nagih hutang lagi. Akhirnya ibu yang menagih ke orang-orang. Eh, kok dapat uangnya kalau ibu yang menagih hutang. Akhirnya aku memilih menjaga warung. Tetapi ibu mengeluh, kalau yang jaga warung Widya kok sepi pembeli. Kata orang-orang, aku kalau jualin rempah-rempah suka kemahalan. Ah, ada-ada aja.
Sekarang kalau aku pulang kampung, aku sangat menikmati bila disuruh menjaga warung. Ternyata berjualan itu seperti main-main. Bertemu dengan orang-orang. Harus selalu tersenyum, tapi aku sering gagap. Sudah puluhan tahun nggak jaga warung. Jadi sering banyak bertanya pada ibu. Kalau ibu pergi malah pembeli aku suruh bawa barangnya, uangnya nanti aja, karena aku nggak tahu harganya. Untung mereka pada jujur, ketika aku balik ke Jakarta. Mereka yang pernah bawa barang dan belum sempat bayar pada ngomong sama ibu.
Bagaimana dengan Nawang?
DWY

Iklan

Entry filed under: Dibalik novel NAWANG.

Mitos di Batang Bapak di mata Nawang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Juli 2009
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

TELAH DIBACA

  • 103,197 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy


%d blogger menyukai ini: