Aib

April 20, 2009 at 2:25 pm 2 komentar

Minggu sore, saya dengan suami dan anak-anak menikmati langit senja dari teras rumah. Sebenarnya kami ingin keluar rumah, tetapi Edgina bungsu kami belum makan sore. Jadi sembari menyuapi Edgin kami ngumpul di sini. Memandangi langit lepas adalah salah satu kesenangan saya sejak masa kanak-kanak. Rasa senang itu terbawa hingga kini.
Saat sedang berkumpul dengan suami dan anak-anak, lewat salah satu tetangga saya pak Halim. Pak Halim ini termasuk tetangga baru sekaligus penjaga keamanan di kompleks tempat kami tinggal. Orangnya rajin. Biarpun tugasnya hanya menjadi satpam, pak Halim suka membersihkan rumput yang ada di tepi jalan. Sayangnya pak Halim ini kurang bisa menjaga rahasia keluarganya. Celakanya lagi pak Halim suka gonta-ganti istri. Entah apa yang ada dalam pikirannya. Begitu mudah dia menceraikan istri yang dulu, semudah ia menikahi perempuan lain. Yang saya dengar dari tetangga saya pak Halim sudah empat kali menikah. Yang saya tahu sejak pak Halim jadi tetangga saya memang dia baru saja berganti istri. Hanya dalam waktu kurang dari enam bulan menjadi tetangga saya.
Pak Halim tanpa rasa riskan akan bercerita tentang kisruh di dalam keluarganya, tanpa melihat apakah lawan bicaranya bisa menjaga lidah. Saya sendiri pernah mendengar cerita salah satu tetangga soal seluk beluk keluarganya. Saya memilih untuk tidak percaya, tetapi senja itu pilihan saya terjungkir.
Semula pak Halim hanya menyapa kami dan anak-anak. Dia berhenti sejenak dan ngobrol dengan suami soal warna cat pagar rumah. Hanya dalam hitungan menit pak Halim membuka aib istri yang belum genap satu tahun ia nikahi. Tanpa rasa malu dan berdosa dia cerita kalau istrinya sekarang baru saja kabur dari rumah. Ini artinya sudah dua kali istri baru pak Halim meninggalkannya. Beberapa waktu lalu pak Halim cerita ke salah satu tetangga kalau istrinya kabur dari rumah.
Panjang lebar pak Halim menceritakan keburukan istri barunya itu. Dan sesungguhnya kami ingin sekali pak Halim berhenti bercerita. Suami saya sudah berusaha mengalihkan pembicaraan tetapi gagal. Pak Halim masih saja terus membicarakan istrinya. Hingga saya sangat malu mendengarnya. Dengan lancar pak Halim berkata bila istrinya sekarang maaf, bekas pekerja seks komersial.
Saya sudah sangat kehilangan mood menengarkan kalimat-kalimat pak Halim. Menyelinap dalam benak saya, pikiran buruk agar pak Halim segera pulang saja ke rumah. Saya memang baru mengenal Yanti, dan pernah mendengar masa lalunya yang gelap. Tetapi Yanti sudah jauh berbeda. Auratnya sudah tertutup, bahkan dia tak malu bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Profesi itu masih ia geluti sampai sekarang. Meskinya pak Halim mendukung istrinya untuk menjadi perempuan yang lebih baik. Meskinya pak Halim tak menceritakan aib istrinya.
Saya tertolong oleh gema adzan maghrib. Pak Halim beranjak dari rumah kami begitu terdengar adzan. Suami langsung bilang ke saya.
“Dosa apa saya hari ini?”
“Kenapa?”
“Dengerin suami menggunjing istri sendiri,” ujar suami saya sambil geleng-geleng kepala.
Saya memandangi langit lepas. Tuhan Maha Tahu. Jalan menuju tobat memang sangat berat. Sebelumnya Yanti pernah bekerja di rumah seorang pemuka agama, dengan harapan bisa menimba ilmu agama sambil bekerja. Sayang gajinya jauh dari janji semula dan akhirnya keluar.
Sekarang saat Yanti mendapat gaji yang lebih baik, dengan resiko menginap di rumah majikannya, suaminya mengumbar masa lalu Yanti. Lama saya pandangi langit lepas, saya sekarang baru bisa menyadari, jalan menuju kebaikan senantiasa terjal. Semoga Yanti tetap tabah menghadapi hidup ini. Amin.
DWY

Entry filed under: Catatan. Tags: .

Memahami Orang Lain (2) Mewarisi Kemiskinan

2 Komentar Add your own

  • 1. budi sarwono  |  April 22, 2009 pukul 1:11 pm

    Peristiwa sehari hari yang bila disadari jadi menyentuh hati. Kita bisa dengan gampang menemukan “Pak Halim” berkeliaran disekitar kita. Tapi Pak Halim yang dipertemukan dg keluarga WDY ini luar biasa, karena kemudian mau menjadi cermin bagi banyak perubahan bagi para pecinta tulisan WDY. Iyo opo ora?

    Balas
    • 2. dianing  |  April 30, 2009 pukul 4:01 pm

      Trims mas Budi, sudah mau berkunjung di blog saya. Semoga Pak Halim- Pak Halim yang lain segera insyaf. Amin.

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

April 2009
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

TELAH DIBACA

  • 102,406 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy

  • Semoga di dekat kita tak ada anak yang terlantar sekolahnya. @spirit_kita 10 hours ago
  • Saya tak kuasa membayangkan tubuhnya yang menua masih mencuci/menyeterika demi sekolah cucu. @spirit_kita 10 hours ago
  • Beruntung nenek yg buruh mencuci dan menyeterika, masih semangat menyekolahkan cucunya, meski sesungguhnya nenek tak berdaya. @spirit_kita 10 hours ago
  • Ada remaja yg ditinggalkan ayah dengan tak menafkahi ibunya sama sekali, sementara sang ibu tak peduli dengan pendidikan anak. @spirit_kita 10 hours ago
  • Dalam minggu ini dapat cerita juga melihat sendiri, bagamana sebagian anak kita kesulitan mendapatkan pendidikan. @spirit_kita 10 hours ago

%d blogger menyukai ini: