Tegar

Maret 28, 2009 at 4:24 am Tinggalkan komentar

NAMANYA Rossa, seorang model sekaligus penari profesional. Postur tubuhnya ramping, dengan warna kulit kuning langsat. Hidungnya mancung, bola matanya terang, alis matanya lebat. Lesung pipit menyembul saat ia tersenyum menambah sosoknya enak dipandang.
Maka tak heran banyak lelaki yang mengidolakannya sekaligus ingin memilikinya. Rossa sangat menikmati pergaulannya di kalangan model juga di kalangan penari, hingga ia bertemu dengan seniman tari dari Bali bernama Oka. Merasa memiliki banyak kesamaan seperti hobi, cita-cita, juga impian di dunia tari, Rossa dan Oka kian akrab. Mereka pacaran selama setahun yang kemudian diikat dengan tali pernikahan. Mereka kemudian tinggal di Bali.
Sayang, hubungan yang harmonis selama masa berpacaran tak menjamin keharmonisan dalam berumah tangga. Setelah melahirkan anak pertama, perselisihan mulai mewarnai hari-hari Rossa dan Oka. Ego masing-masing dari mereka sama kuatnya. Hingga jalan bercerai mereka tempuh. Saat bercerai anak mereka baru berusia empat tahun. Oleh keduanya disepakati, anak diasuh oleh Oka.
Sejak berpisah dari suami, Rossa sesungguhnya masih mendapat nafkah dari Oka, tetapi Rossa yang terbiasa mandiri, tak nyaman dengan pemberian materi dari Oka.
“Aku bukan lagi tanggung jawabmu, Oka. Aku bukan lagi istrimu. Jadi aku tak berhak mendapat uang dari keringatmu,” begitu tolak Rossa saat Oka berkunjung ke rumah kontrakkan Rossa.
“Kamu ibu dari anakku. Kamu tak punya penghasilan tetap. Ambillah, agar aku tak merasa bersalah.”
“Tapi aku punya kedua tangan untuk berkarya. Aku tak kekurangan.”
“Jangan keras kepala.”
Rossa terdiam. Ditatapnya mata mantan suaminya. Dalam jantungnya masih ada denyar-denyar aneh. Ia masih memiliki cinta untuk Oka.
“Maaf aku tak bisa, Oka.”
Oka menghela napas. Ada sesal dihatinya mengapa dulu memilih jalan bercerai. Rossa bukan perempuan yang lemah, dia perempuan yang kuat. Tak mudah begitu saja menerima pemberian orang lain, meski itu dari mantan suami.
“Oka.”
“Ya.”
“Aku titip Raka, kelak kalau aku tahu dia hidup senang. Aku sangat bahagia. Jangan sia-siakan ia.”
“Ia anakku Rossa, akan aku jaga.”
Rossa mengangguk.
Itulah pertemuan terakhir bagi Oka dengan Rossa. Rossa kemudian memilih berkarier ke Yogya. Di kota ini karier Rossa sebagai penari berkembang lebih pesat, ia sering mendapat job menari juga jadi model produk tertentu. Seiring waktu dia memadu kasih dengan seorang pelukis ternama. Namanya sudah dikenal ditingkat nasional bahkan sampai manca negara. Usianya terpaut tujuh tahun lebih tua dari Rossa.
Sayangnya sang pelukis sudah memiliki istri dan Rossa tidak megetahuinya. Rossa tahu setelah segalanya telah runyam. Rossa hamil dari hubungan kasih itu. Sayang memang, tetapi nasi sudah terlanjur menjadi bubur. Tragisnya sang kekasih,ternyata bukan seorang laki-laki gentle. Ia lari dari tanggungjawab.
Pemberitahuan Rossa kalau ia hamil, ditepis dengan tuduhan belum tentu anaknya. Rossa terpukul. Sang pelukis tak mau mengakui. Rossa kecewa, meyesal mengapa bisa jatuh cinta dan percaya dengan orang yang salah. Mungkinkah ini yang dinamakan cinta itu buta. Pelukis itu sangat jauh berbeda dengan Oka.
It’s oke. Mau tak mau, Rossa mesti terus menjalani hidup. Ia akhirnya menjalani sendiri masa-masa kehamilan dan melahirkan. Tanpa sedikitpun bantuan materi dari sang pelukis itu. Rossa menghadapi semua kenyataan dengan tegar. Ia tak larut dalam kekecewaan. Ia mengakui semua kesalahannya. Dalam kondisi berbadan dua Rossa hijrah ke Jakarta, karena ia dipercaya untuk menata tari di Jakarta. Ia bertekad akan melahirkan dan merawat bayinya dari kerja kerasnya menjadi model dan penari. Sekarang bayi itu sudah duduk di kelas satu sekolah dasar. Dari Bali terdengar kabar Raka tumbuh menjadi remaja yang cerdas dan bahagia di Bali.
Kenyataan pahit berpacaran dengan pelukis di Yogya, justru menggelorakan semangatnya untuk terus berkarya. Rossa berjanji pada dirinya, kelak ia akan menjadi penari dan penata tari papan atas negeri ini. Saat ini Rossa tengah menujunya, dan cahaya terang mulai tampak.
DWY

Iklan

Entry filed under: Catatan.

Merana Ke Masjid

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Maret 2009
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

TELAH DIBACA

  • 103,197 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy


%d blogger menyukai ini: