Nasib Nining

Maret 12, 2009 at 4:42 am Tinggalkan komentar

INI cerita Marsha atau Mar, nama asisten saya di rumah. Berawal dari tetangga saya yang baru saja menikah. Tetangga saya itu konon suka sekali menikah. Konon juga istrinya lebih dari satu orang. Kenapa saya bilang konon, karena tetangga saya bernama Halim itu merupakan tetangga baru. Halim membeli rumah kosong yang ada di gang tempat saya tinggal.
Ketika pertama pindah pak Halim membawa istri berusia kira-kira empatpuluh tahun, dengan satu anak balita. Selang beberapa bulan istrinya menghilang entah ke mana. Tak lama kemudian pak Halim memperkenalkan kepada kami istri barunya yang jauh lebih muda. Istri barunya membawa satu anak berusia balita juga. Sebut saja istri baru pak Halim ini dengan nama Rima.
Kembali ke soal Nining, sorry ini agak berbelit-belit. Jalinan kisah nyata ini seperti sebuah lakon di sinetron. Nining dulu pernah menikah dengan seorang laki-laki, lha iya lah masak Nining menikah dengan ibu-ibu. Sama sekali nggak lucu kaan. Sayangnya Nining dengan lantang minta cerai. Padahal dari pernikahan itu sudah lahir satu anak. Alasan Nining, ia sudah tidak mencintai suaminya. Ups, ternyata perempuan juga sanggup ya untuk mendepak laki-laki.
Perceraian itu sangat disayangkan oleh keluarga besar Nining. Karena cinta mantan suami Nining pada Nining melebihi luasnya samudera juga melebihi luasnya langit biru. Ceile.. Kisah pun berlanjut lain, Nining menikah terlebih dulu dengan Doni. Uniknya Si Doni ini seorang duda. Suami Niningpun akhirnya menikah lagi. Doni sudah punya satu anak dengan istrinya yang pertama. Saya tidak tahu apakah Doni yang sudah menceraikan istri pertamanya itu masih menafkahi anak istrinya?… Ini emang masalah rumit yang betul-betul terjadi di kampung atas, sebuah kampung dekat dengan tempat tinggalku. Kawin cerai, melahirkan anak dan meninggalkan begitu saja seperti hal yang lumrah.
Pernikahan Doni dengan Nining dikaruniai dua anak. Keduanya masih berusia balita. Sungguh malang nasib Nining, si Doni ternyata seorang maaf… kutu kupret. Saat mengandung anak kedua, Doni menjalin kasih dengan Rima. Dari jalinan kasih itu tumbuh calon manusia baru dalam rahim Rima. Kutu kupret tenan to..
Nining yang semestinya bahagin dengan kehamilannya, jadi uring-uringan sepanjang mengandung anak kedua. Ia merasa diduakan cintanya sama Doni. Ia berani menempuh langkah nekat, minta cerai dari suaminya demi Doni. Nining juga memperjuangkan nasib Doni untuk mendapatkan pekerjaan sebagai satpam di komplek tempat saya tinggal. Eh, malah membalas tuba untuk sebentuk cinta Nining aih aih merana pisan.
Tiba saatnya Nining melahirkan, usia kandungan Rima mulai membesar. Sudah masuk usia empat bulan. Mestinya Doni konsentrasi dengan anak yang baru dilahirkan Nining, sekarang Doni harus memeras keringat lagi untuk persiapan Rima melahirkan.
Entah gimana ceritanya, sekarang Rima bersuamikan pak Halim. Salah satu satpam di tempat saya tinggal. Nining masih mau menerima Doni sebagai suami, ini jauh lebih baik daripada meminta cerai dari Doni. Mengingat anak-anak butuh keluarga yang utuh. Pak Halim saya lihat juga tulus mencintai Rima yang ayu bersama Sefri, anak dari buah kasih Rima dengan Doni.
Suatu saat saya berjumpa dengan Gita, nama anak kedua Nining. Melihat Gita saya seperti tengah melihat Sefri. Semoga kedua anak perempuan itu kelak mendapatkan suami yang benar-benar mampu mencintai dan memuliakan perempuan. Amien.

Iklan

Entry filed under: Catatan.

Tulang Punggung Keluarga Derita Perempuan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Maret 2009
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

TELAH DIBACA

  • 105,232 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy


%d blogger menyukai ini: