Tahun Baru?

Januari 3, 2009 at 3:57 pm Tinggalkan komentar

Saya terpana tatkala Mbak In datang begitu tiba-tiba, dengan wajah kurang sedap dipandang. Mulutnya meruncing. Salamnya terdengar hambar. Saya pun membalas dengan hati penuh heran. Ada gerangan apa lagi dengan tetangga plus sahabat saya yang akhlaknya mulia ini.
Mbak In kali ini juga tak seperti biasa. Ia duduk di kursi yang ada di teras.
“Jeng aku mo ngobrol punya waktu nggak?”
Bujubune Sitimaemunah. Langsung tembak aja.
“Untuk sampeyan selalu ada waktu Mbak In, ada apa?”
Saya duduk dekat dengan Mbak In.
“Rasanya tambah tahun kok, belum juga saya bisa menepati janji saya, Jeng.”
Saya ragu untuk bertanya padanya, janji apa yang belum ia tepati.
“Pergantian tahun kemarin aku janji Jeng, telinga dan mulutku bersih dari bergunjing.”
“Percaya sama saya Mbak, Mbak In sudah lama menepati janji itu. Saya nggak pernah mendengar Mbak menjelekkan orang lain.”
“Nggak Jeng. Saya baru saja menerima tamu. Sialnya orang itu kok dari pertama datang hingga pamitan ngomongin orang melulu. Mau saya tinggal, pura-pura ada pekerjaan rumah, kok dia tamu. Mau saya suruh pulang kok tega nian. Akhirnya telinga dan hati ini terkotori deh. Tahun kemarin sama tahun baru, kok sama. Gak ada perbaikan. Naas betul sih Jeng, jadi manusia. ”
Mbak In tampak gusar banget. Saya menunduk. Begitu dalam penyesalan Mbak In, sampai-sampai wajahnya yang biasanya damai itu kurang sedap dipandang. Saya jadi berpikir, untuk menjalani tahun duaribu sembilan ini, apakah saya bisa seperti Mbak In? Berkomitmen untuk tidak bergunjing, meski hanya sehari saja. Bisa gak ya?
DWY

Iklan

Entry filed under: Catatan.

Tahun Baru Perbedaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Januari 2009
S S R K J S M
« Des   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

TELAH DIBACA

  • 104,308 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy

Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.


%d blogger menyukai ini: