Tahun Baru

Januari 2, 2009 at 7:44 am Tinggalkan komentar

Kemarin saat pergantian tahun, ada yang mengirim pesan ke ponsel saya. Pesan itu bilang, mendingan tidur, daripada begadang. Toh pergantian tahun gak usah ditunggu, datang juga. Saya membalas, ya dengan tidur badan jadi fres. Besok pagi bisa melakukan apa saja yang kita suka, karena libur.
Saya menghela napas pelan, mencoba merendungi makna tahun baru yang selalu disambut dengan gegap gempita. Tahun sesungguhnya tak pernah berganti, melainkan terus merangkak dan menua. Terdengar pintu pagar ada yang membuka, saya yang kebetulan sedang duduk diruang tamu melongok ke pintu.
“Hallo Jeng,” sapa Mbak In agak kemayu. Ada yang berbeda. Rambut Mbak In kali ini dipangkas habis. Biasanya rambutnya panjang sebahu.
“Aduh Mbak, sayang rambutnya yang kemarin.”
“Aku agak bosan, Jeng. Aku lihat pintu rumahmu tertutup selama dua hari, Jeng. Kesepian aku gak ada teman ngorol.”
“Emang nggak pergi merayakan tahun baru Mbak.”
“Bosan Jeng, rasanya kok kekanak-kanakkan kalau perempuan setua aku masih saja hura-hura demi tahun baru,” ujar Mbak In sinis, sambil memungut koran harian di meja.
“Aku lebih suka di rumah Jeng,” ujarnya lagi sambil menutup koran, lalu berbicara lagi panjang lebar.
“Aku lebih suka meikmati pergantian tahun baru di kamar. Sendirian. Merenungi dosa dan kesalahan apa yang telah aku lakukan di tahun kemarin. Adakah tutur kata dan tingkah laku Mbak In yang menyakiti dan menzalimi orang lain, Jeng.”
Mbak In menunduk, lalu mengangkat lagi wajanya. Menatapku.
“Jeng.”
“Ya Mbak.”
“Aku minta maaf ya, kalau selama ini punya salah samu kamu.”
Aku menautkan kening.
“Mbak In ngomong apa to?”
“Ya aku ini kan sering ke sini, merampas waktumu, suka curhat sama kamu, tanpa Mbak In tahu apakah Jeng keberatan atau nggak.”
“Sama sekali nggak Mbak.”
“Syukurlah.”
Sejenak kami diam.
“Mbak…”
“Ya.”
“Jadi menurut Mbak In perlu gak sih tahun baru dirayakan?”
Mbak In menggeleng.
“Menurut Mbak In sih, nggak ada yang istimewa kok. Waktu tak pernah baru, terus merambat. Hanya angkanya saja yang baru, berganti tambah kian tua. Masalahnya sekarang, apakah kita semakin kekanak-kanakkan atau bertambah dewasa,” ujarnya mantap.
DWY.

Entry filed under: Catatan. Tags: .

Jilbab Hati Tahun Baru?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Januari 2009
S S R K J S M
« Des   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

TELAH DIBACA

  • 102,406 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy

  • Semoga di dekat kita tak ada anak yang terlantar sekolahnya. @spirit_kita 12 hours ago
  • Saya tak kuasa membayangkan tubuhnya yang menua masih mencuci/menyeterika demi sekolah cucu. @spirit_kita 12 hours ago
  • Beruntung nenek yg buruh mencuci dan menyeterika, masih semangat menyekolahkan cucunya, meski sesungguhnya nenek tak berdaya. @spirit_kita 12 hours ago
  • Ada remaja yg ditinggalkan ayah dengan tak menafkahi ibunya sama sekali, sementara sang ibu tak peduli dengan pendidikan anak. @spirit_kita 12 hours ago
  • Dalam minggu ini dapat cerita juga melihat sendiri, bagamana sebagian anak kita kesulitan mendapatkan pendidikan. @spirit_kita 12 hours ago

%d blogger menyukai ini: