Ibu

Desember 22, 2008 at 6:42 am Tinggalkan komentar

Di hari ibu ini, aku gak pengen ke mana-mana. Di rumah aja, ingin menelusuri kembali jejak masa silam. Ketika masa kanak-kanak, ketika ibu dengan ketulusan sempurna merawatku, ketika ibu dengan kerelaan sempurna melepasku keluar rumah…, tak terkatakan jasa ibu. Tak ada yang bisa aku berikan pada ibu, untuk membalas segala pengorbanan ibu. Hanya puisi yang bisa aku berikan…

I Love You, Ibu

Wajahmu membayang – pada senyap,
arloji yang meleleh
juga langkah yang berkarat.

Gurat bibirmu membayang —
pada wajah anak-anak,
angin yang sederhana
juga keheningan langit senja.

Kemuning yang kau tanam
di halaman rumah dulu
tak lagi kokoh berseri.
Ia telah merontokkan setiap daunnya
merimbun di bumi yang melata.

Kini aku telah menjadi ibu
Barangkali tak seperti engkau.
senantiasa datang
dengan mawar jingga di tangan
merayapi hati dengan kebeningan.

Wajahmu membayang –
pada butiran embun, jejak pelangi
juga kehangatan matahari.

Wajahmu kian membayang –
menusuk-nusuk darah
aku masih ingat jalan pulang

Depok, Desember 2007

Demi Mimpi

Aku tak akan pernah lupa
saat aku terjaga – kau rapatkan
selimut ke tubuh kecilku
lalu lonceng berdentang berkali-kali
mengabarkan malam telah menua.

Aku tak akan pernah lupa
Saat senja merayapi tubuh
kau datang dengan baju hangatmu
lalu mengajariku mengeja alif ba ta

Aku pergi ibu — demi mimpi
lalu butiran air matamu
jatuh di ujung daun jendela.
Sekarang mimpi itu melebat di alis mataku
Aku belum bisa membawamu kembang

Depok, Desember 2007

Entry filed under: PUISI. Tags: .

Jessi Mustamu Liburan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Desember 2008
S S R K J S M
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

TELAH DIBACA

  • 102,406 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy

  • Semoga di dekat kita tak ada anak yang terlantar sekolahnya. @spirit_kita 12 hours ago
  • Saya tak kuasa membayangkan tubuhnya yang menua masih mencuci/menyeterika demi sekolah cucu. @spirit_kita 12 hours ago
  • Beruntung nenek yg buruh mencuci dan menyeterika, masih semangat menyekolahkan cucunya, meski sesungguhnya nenek tak berdaya. @spirit_kita 12 hours ago
  • Ada remaja yg ditinggalkan ayah dengan tak menafkahi ibunya sama sekali, sementara sang ibu tak peduli dengan pendidikan anak. @spirit_kita 12 hours ago
  • Dalam minggu ini dapat cerita juga melihat sendiri, bagamana sebagian anak kita kesulitan mendapatkan pendidikan. @spirit_kita 12 hours ago

%d blogger menyukai ini: