Kangen

Desember 16, 2008 at 3:17 pm Tinggalkan komentar

Maghrib hampir saja usai, ketika ponsel saya memanggil mengharap saya untuk mengangkatnya. Dari seberang ternyata kawan dari Batang Hamid Kaha. Semula logat bicaranya membuat saya mengira sesepuh saya bapak Maghfur Saan. Beliau berdua adalah penulis dari Batang.
Menerima telepon dari mas Hamid meningatkan saya pada kampung halaman yang jauh di mata, Batang. Serta merta mengingatkan saya pada kehangatan mak, ibu saya. Saya senantiasa berlinang saat terkenang sosok beliau. Perempuan perkasa tiada tandingan.
Sejak memilih menulis sebagai pelabuhan batin saya, praktis saya meninggalkan Batang di tahun 1992 hingga kini, sekaligus tak bisa terus menerus bersama ibu. Kadang ada perasaan bersalah, karena sebagai sulung justru saya jauh dari ibu. It’s oke, mudah-mudahan ibu bahagia dengan keadaan saya sekarang.
Kepercayaan dan restu dari ibu adalah keistimewaan terbesar dalam hidup saya. Bila kangen mendera saya suka menulis puisi tentang ibu. Kali inipun saya ingin menelusuri kembali masa lalu. Masa-masa pertama saya menulis puisi. Puisi tentang ibu ini tak terduga dimuat di WAWASAN, harian sore terbitan Semarang belasan tahun silam

Aku buka album keluarga
Protetmu mengawali lembarnya
Aku tertegun. Walau akhirnya aku tersenyum
Ibu
Dengan apa kupuji kepengkuhanmu
Kau lembut, laksana salju. Putih tak bercela
Ibu
Dengan apa aku berterimakasih
Titik keringatmu adalah seperangkat ketulusanmu

Aku buka album keluarga
Potretmu mengawali lembarnya
Ketika kututup kembali
Air mata menitik
Surga masih ada di telapak kakimu

(Dari Negeri Poci 2, Pustaka Sastra 1994)

Iklan

Entry filed under: Catatan.

Iqra Jessi Mustamu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Desember 2008
S S R K J S M
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

TELAH DIBACA

  • 103,230 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy

  • Salut untuk pak Ahok, tampak lugas, santai, realistis tak terbawa emosi. Malam yang cukup berkeringat di Metro TV :) 1 day ago
  • Bahagia itu sederhana, seperti menjawab pertanyaan teman mahasiswa via WA,yg menggunakan novel Nawang, untuk tugas kuliah terakhir/ skripsi. 1 day ago
  • RT @spirit_kita: 4 Maret 2017 Spirit Kita membayar angsuran biaya ujian sebesar Rp 700.000 untuk Yara. SMK AMEC, Keperawatan. Trims 2 weeks ago
  • RT @spirit_kita: 11 Maret 2017 Spirit Kita mendapat donasi dari Sahabat @spirit_kita , Rp 25.000 langsung ke @dianingwy . Terimakasih sahab… 2 weeks ago
  • Berjanji lalu tak bisa menepati. Meminta maaf lalu berulangkali melakukan salah yang sama. 3 weeks ago

%d blogger menyukai ini: