Iqra

Desember 14, 2008 at 4:26 am Tinggalkan komentar

Menulis itu asik. Sama asiknya dengan membaca. Saya banyak mengambil manfaat dari kegemaran saya membaca. Sekarang membaca menjadi kebutuhan saya untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas tulisan saya. Maklum saja, karena menulis merupakan ladang saya untuk menjemput rezeki.
Menulis dan membaca akhirnya menjadi urat nadi dalam keluarga. Abang, saya memanggil suami saya, memiliki kesamaan. Gemar membaca dan menulis. Sekarang kegemaran kami menurun ke Fira Meutia. Dia sangat suka membaca, bahkan kemampuannya membaca, kecepatannya membaca di atas saya. Sebagai ibunya saya sering terharu saat melihatnya tengah khusuk menghabiskan bacaannya.
Bila bacaannya habis, tak ada lagi buku baru, Fira sering mengeluh jenuh, sepi.
“Nggak ada bacaan nih, Bun. Bete gua,” begitu teriak anak sulung kami yang mulai tumbuh gede.
Sekarang ia tengah menyiapkan kumpulan cerpennya. Dia ingin sekali memiliki buku sendiri seperti penulis-penulis lainnya. Maka jadual Fira tersusun dengan sendirinya antara sekolah, belajar, membuat cerpen juga bermain. Ada yang berbeda, dia jarang keluar rumah. Rumah baginya tempat mengasikkan, untuk belajar, membaca, berkarya juga buat stiker yang ia jual ke teman-teman sekolahnya.
Secara tak terduga adiknya, Rizki berujar sama ayahnya.
“Yah beliin buku dong. Kartun Pegasus ma Rock Man dah selesai dibaca.”
,Rizki baru kelas satu sekolah dasar, sebelumnya saat TK ia hanya melihat gambar-gambar saja karena belum lancar membaca. Sekarang air sejuk pelan-pelan mengalir ke salah satu ruangan dalam hati saya. Rizki mulai menunjukkan kegemaran membaca, terlebih saat ia berujar, “Mau nulis ah bikin cerpen biar dapat uang yang buanyak ha ha ha”.
Saya tersenyum. Anak-anak seringkali mengejutkan.
DWY.

Iklan

Entry filed under: Catatan.

Qurban Kangen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Desember 2008
S S R K J S M
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

TELAH DIBACA

  • 105,232 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy


%d blogger menyukai ini: