Macet

Desember 4, 2008 at 3:43 am Tinggalkan komentar

Jakarta tak macet? Kalimat pendek dengan tanda tanya, meski tanpa kata yang menunjukkan tanya itu, biasa diucapkan orang saat ingin melepaskan penat atau ingin menghibur diri karena kemacetan Jakarta.
Saya pun lebih suka berkata, bukan Jakarta kalau tak macet. Macet adalah menu sehari-hari kota yang gemar menggusur sana menggusur sini dengan alasan yang sering membingungkan rakyat kecil. Kota yang sering merazia kartu penduduk, mencari pendatang untuk kemudian dikembalikan ke kampung halaman. Hampir setiap tahun kegiatan itu dilakukan dan sering tak berhasil. Kenyataan setiap tahun selalu ada saja pendatang masuk.
Ok, saya ingin bicara soal macet tadi. Dulu untuk mengurangi kemacetan diambil kebijakan menerapkan Three in one pada jam-jam tertentu. Dari kebijakan itu lahir praktek joki. Hingga keberadaan joki dimanfaatkan pemilik mobil untuk menyewanya, dan Joki mendapat imbalan berupa rupiah. Keduanya saling membutuhkan dan saling menguntungkan. Kenyataan kebijakan itu tak bisa membantu banyak. Orang masih suka menggunakan mobil Pribadi untuk berbagai tujuan di Jakarta.
Tak lama lahir program busway, dan dicoba program transportasi air. Lagi-lagi program itu tak juga mampu mengurangi kemacetan Jakarta. Ternyata busway belum mampu menjawab kebutuhan penduduk Jakarta sebagai sarana tranportasi. Lebih parah lagi dengan tranportasi air. Banyaknya sampah di sungai dan pendangkalan sungai ditambah keruhnya air sungai, kurang menarik bagi pemilik mobil untuk beralih ke jenis transportasi ini.
Kalau saja Jakarta mampu menyediakan tranportasi masal yang terjangkau, bersih dan jumlah armadanya banyak, mencukupi kebutuhan warga Jakarta, saya yakin kemacetan bisa teratasi. Saya percaya para pekerja atau pemilik mobil Pribadi akan beralih ke tranportasi umum bila pemerintah daerah DKI bersungguh-sungguh menyediakan armada bus yang manusiawi. Dalam arti bebas copet, bebas preman, keamanan penumpang terjamin, dan murah. Nah kalau bicara soal murah meski melirik pada kebijakan harga BBM. Meskinya pemerintah memberi subsidi lebih pada BBM yang dipakai untuk angkutan umum. Dan menerapkan harga tanpa subsidi pada pemakai mobil Pribadi. Bila ini diterapkan di Jakarta bukan tidak mungkin orang-orang akan berbondong-bondong menggunakan bus angkutan umum. Dan mengistirahatkan mobil di garasi rumah.
Sayangnya, kebijakan pemerintah seringkali kurang memahami karakter warganya. Terakhir pemerintah Jakarta hendak memajukan jam masuk sekolah mulai 2 Januari nanti pada pukul 06.30. Alasannya pada jam-jam itu Jakarta macet luar biasa. Anak-anak sekolah salah satu penyebabnya. Padahal yang saya tahu anak-anak sekolah seringkali bersekolah tak jauh dari tempat tinggalnya. Jadi kurang tepat menuduh mereka sebagai biang kemacetan. Sori kalau bahasanya agak kasar. Habis sebagai ortu dengan dua anak yang duduk di kelas satu dan lima sekolah dasar, dengan mulai belajar pukul 07.00 saja waktunya sudah mepet. Dari membangunkan anak-anak, mengenakan pakaian seragam, serta makan.
Untuk makan pagi saya meski menyuapi Rizki yang masih kelas satu. Dia sudah bisa makan sendiri, cuma lama nian dia makan. Akhirnya saya suapin. Ini untuk sekolah di luar Jakarta yang relatif lancar.
Bagaimana dengan anak-anak yang tinggal di Jakarta? Rata-rata mereka tidur di atas jam sembilan malam karena belajar. Mereka efektif mulai belajar pukul tujuh malam. Tugas-tugas dari sekolah tak jarang bejibun, hingga mereka belajar bisa sampai pukul sepuluh.
Saya berharap pemerintah Jakarta jangan terburu-buru mengambil program memajukan jam masuk sekolah. Ada bagusnya melibatkan suara mereka, karena mereka sama dengan kita. Ingin bisa menentukan sendiri, ingin didengar pendapatnya juga rasanya kok zalim buanget ya kalau anak-anak disuruh berkorban demi Jakarta tak macet. Karena kesalahan bukan pada jam masuk sekolah atau anak-anak sekolah.
Masalah sesungguhnya ada pada kita, orangtua. Kita belum cerdas mengambil solusi .
DWY

Iklan

Entry filed under: Catatan.

Bali Pembantu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Desember 2008
S S R K J S M
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

TELAH DIBACA

  • 103,873 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy

  • RT @ummychasan: @detikcom Ketiganya kami cintai dan hormati, mrk bekerja u rakyat. 2 hours ago
  • RT @mesjkt: @detikcom Ke3nya adalah orang2 yg saya kagumi:jujur,bersih,berintegritas tinggi dan kerja kerasnya ikhlas buat bangsa dan negar… 2 hours ago
  • RT @virusmotivasi: Kadang seseorang menyalahkan orang lain hanya karena tak temukan kata yg tepat tuk ucapkan maaf. Dan karena itu kegagala… 2 hours ago
  • RT @virusmotivasi: Kadang kamu memilih tuk sendiri, bukan berarti kamu tak ingin dicintai, itu hanya berarti kamu butuh waktu tuk sembuhkan… 2 hours ago
  • RT @ilhamkhoiri: Afi Nihaya itu baru lulus SMA, masih 19 tahun, anak pedagang cilok, tapi catatannya inspiratif untuk bangun Indonesia yg d… 2 hours ago

%d blogger menyukai ini: