Bali

November 26, 2008 at 8:25 am Tinggalkan komentar

Mendapatkan komentar diblog dari sesama wong Batang, bikin saya kangen dengan kampung halaman, Batang. Aku ingin mulih, bali alias pulang.
Lebaran kemarin sebenarnya aku dan keluarga sudah pulang, hanya empat hari. Anak-anak sebenarnya ingin di mbah putri mereka satu minggu, apa daya pekerjaan di Jakarta menuntut kami untuk pulang lebih cepat. Kami balik ke Jakarta di hari kedua lebaran. Sengaja kami pilih di hari kedua untuk menghindari macet.
Saat berangkat dari Jakarta, karena emosi kami pulang diluar rencana. Rencana semula sehari setelah lebaran, kami ubah tiga hari sebelum lebaran. Karena ingin cepat sampai ke Batang, kami keluar pukul tiga dini hari. Asumsinya sampai di tol Cikampek masih sepi kendaraan, tahunya membludak. Perkiraan pukul sepuluh pagi dah sampai ke Batang eh jam delapan malam baru sampai. Kami terjebak macet. Kemacetan itu yang meninggalkan trauma pulang sebelum hari raya. Pening, capek plus lapar jadi satu.
Enakan pulang kampung ketika hari-hari biasa. Jalanan lengang, kita bisa santai, bisa menikmati perjalanan. Sesampai di sana, kita bisa merencanakan ke sanak keluarga juga ketemu teman-teman.
Teman. Satu kata ini yang selalu membangkitkan kangen pada kampung halaman, setelah ibu. Aku selalu ingin bertemu tetapi selama ini karena selalu pulang lebaran, malah nggak kesampaian. Kami disibukkan bertemu dengan famili yang buanyak dan tempatnya berjauhan. Sementara waktu di Batang hanya sebentar.
Bertemu dengan teman-teman semasa sekolah di SDN Kasepuhan II. Di desa Kasepuhan selama ini baru menjadi angan-angan buatku. Satupun teman belum sempat aku temui. Termasuk sahabat kental sekaligus rivalku terberat dalam perolehan peringkat dulu, Janatin. Aku dengar dia sudah punya anak dua.
Untuk teman-teman SMPN I Batang, dua tahun lalu mengadakan reuni, hanya saja aku terlambat datang. Aku sampai di Batang jam tiga sore. Reuni di adakan di rumah Susi EP. Biarpun sudah tahu acara sudah selesai aku tetap datang. Yang aku temui semua kursi dan meja sudah rapi dilipat. Sang tuan rumah tertidur karena kelelahan.
Lebaran kemarin, sehari setelah kami sampai di Jakarta, adik saya mengirim pesan ke ponsel saya. Isinya mbak pasti nyesel, baru saja teman SMP mbak datang ke rumah. Katanya widya mulih. Temen SMP mbak ngadain reuni minggu besok di gedung KORPRI. Membaca pesan itu aku menghibur diri, belum ada jodoh untuk bertemu.
Sekarang aku ingin pulang. Ingin punya banyak waktu dan menemui teman-teman masa kecil dan masa remaja dulu.
DWY

Iklan

Entry filed under: Catatan.

Anak Macet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

November 2008
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

TELAH DIBACA

  • 105,258 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy


%d blogger menyukai ini: