Waktu

Oktober 22, 2008 at 2:20 pm Tinggalkan komentar

Aku pening, tiba-tiba kesulitan membagi waktu. pertama yang ada dalam benak saya adalah mbak In. Terus terang curhat tak segampang yang aku kira. Perlu hati-hati, ketelitian juga ketepatan. Siapa orang yang paling tepat untuk bisa menampung keresahan hati. “Alamak, keresahan kok dibagi-bagi,” begitu kalimat pertama yang Mbak In lontarkan atas keinginanku untuk curhat padanya. Aku jadi ragu. Apakah ia, sahabat kentalku itu orang yang tepat?
tak lama kemudian Mbak In mendesakku untuk bercerita gerangan apa masalah yang tengah mendera. “Ah, lupakan saja Mbak” Keningnya berkerut. “Ayolah cerita, jangan buat aku merasa bersalah karena gurauanku tadi. lagian hampir setiap waktu aku curhat sama sampeyan Jeng.” aku mengatur napas. Sebenarnya bertemu dan menatap wajahnya aku sudah senang. Segala yang resah-resah hilang begitu saja. Sekali lagi Mbak In mendesakku, aku katakan kalau sekarang aku sudah menemukan jalan keluarnya.
Sejenak kami diam, Mbak In mengangguk. Menatapku lalu mengangguk kecil berkali-kali dan diam kembali. Giliran aku yang merasa gak enak. Akhirnya aku ceritakan kalau dalam minggu terakhir ini aku kesulitan membagi waktu untuk menulis dan membaca. “Edgin gak bisa aku tinggal mbak, setiap kali aku beranjak ia nangis mo ikut. Minta digendong. Aku bisa menulis kalau ia tertidur, padahal ia biasa tidur kalau dah jam sembilan malam. Nah giliran dia tidur aku ngantuk. maunya tidur sebentar eh bablas sampai pagi.” Mbak In tertawa, aku rasa kalimatku gak ada yang lucu.
Mbak in membetulkan posisi duduknya. “Jeng,” begitu dia selalu memanggilku. “Sampeyan itu penulis sekaligus ibu rumah tangga. Meskinya sampeyan bersyukur memiliki kelebihan bisa menulis, sekaligus bersyukur diberi kepercayaan memiliki momongan. Jangan suka mengeluh, Tuhan gak suka sama orang yang mengeluh. Masak dalam 24 jam gak bisa baca sama nulis Jeng. Aku percaya sampeyan bisa. Satu lagi, ini penting jangan salahkan sikecil.” Intonasi Mbak In yang tegas dan kuat itu tak sekedar menamparku. Aku tertunduk malu. Menatapnya lalu berbisik, “Mbak In makasih buanyak” Ia tersenyum dan berkata “Saya pengen baca karyamu yang lain.” Aku tersenyum dan mengangguk. Semangat mengalir lagi ke seluruh aliran darahku. Betapa bahagia bila memiliki sahabat seperti mbak In.
DWY

Iklan

Entry filed under: Catatan.

Minyak Tanah Bayang-bayang Wening

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Oktober 2008
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

TELAH DIBACA

  • 106,142 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy


%d blogger menyukai ini: