Mudik Heroik

Oktober 10, 2008 at 7:01 am Tinggalkan komentar

Suasana lebaran masih terasa di tempat saya tinggal. Tukang sayur baru satu yang keliling ke gang saya, bubur ayam juga baru satu orang yang jualan. Tukang donat belum lewat hingga hari ini, termasuk tukang ojek, masih satu dua orang yang jalan. Hingga saya meski mengantar Fira sampai kepangkalan ojek depan, yang jaraknya kuranglebih enamratus meter dari ujung gang. Biasanya cukup berdiri di depan gang sambil tepuk tangan, datang tukang ojek yang kita undang.
Fira hari ini kembali aktif les bahasa Inggris setelah hampir dua minggu libur. Ia juga mulai tak sedih lagi karena harus balik ke Jakarta. Ia sejak kecil sampai sekarang kelas lima SD, punya ritual unik. Menangis beberapa hari setelah berpamitan sama neneknya di kampung untuk kembali ke Jakarta. Padahal kemarin ketika kami hendak mudik, saya sudah berpesan agar ia tak menangis saat pulang, dan dia setuju. Eh, masih saja dia mengulang ritual yang sama.
Mudik memang tradisi yang mungkin tak akan pernah terkikis. Saya merasakan betul semangat dan kegairahan orang-orang untuk pulang kampung. Sepanjang jalan dari balik jendela mobil saya lihat pemudik sepeda motor seperti rayap. Pantura berubah lautan motor. Tak peduli terik matahari, badan pegal serta berbagai kerepotan. Pokoknya pulang kampung oi.
Saya juga melihat barang-barang yang menggunung di atas mobil pribadi, mungkin buah tangan untuk sanak kadang di kampung. Saya, suami dan anak-anak juga ingin cepat-cepat bertemu dengan saudara, terutama sama ibu. Kami sudah sibuk jauh-jauh hari untuk mudik, dari ngepak baju, bawa sedikit oleh-oleh, kirim dan menerima sms, pokoknya semua yang repot-repot.
“Kita seheroik ini gak ya, ketika azan bergema,” celetuk suamiku dibelakang kemudi. Fira membuka kaca mobil, merekam lautan motor, gunungan oleh-oleh di atas mobil-mobil pribadi, peluh keringat juga klakson yang meraung dan menjerit. Saya menunduk. Celetukan suami itu seperti hendak menyentil saya.
DianingWY

Iklan

Entry filed under: Catatan.

Hak Azazi Anak Pertemuan dengan Bahaa Taher

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Oktober 2008
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

TELAH DIBACA

  • 103,858 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy


%d blogger menyukai ini: