Mudik

Oktober 5, 2008 at 7:46 am 2 komentar

Baru pulang dari mudik nih. Ada kebiasaan yang beberapa hari ini terbengkalai. Menulis. Kurang lebih seminggu aku nggak nulis. Aduh rasanya kok ada yang hilang. Sebuah ketentraman. Padahal ketika aku mudik ke kampung halaman, di Batang sana aku sudah siapin komputer jinjing. Aku pengen menyelesaikan novelku di sana, juga pengen nulis di blog saban hari. Sayang tak kesampaian.
Edgina, si sulung yang baru satu tahun, demam ketika dalam perjalanan mudik. Sesampai di Batang, kampungku, pikiranku tertuju ke dokter anak, yang ternyata masih sulit ditemukan. Senin pagi aku dan suami menuju ke Apotik Hikmah Farma yang juga ada praktek dokter anak.

Hari itu Senin, 29 September 2008. Kami melewati jalan Jalan Sudirman. Sepanjang jalan itu, dari alun-alun ke pasar, padat oleh bus dan mobil-mobil pemudik. Sedang di kiri jalan terdapat ibu-ibu penjual kembang melati, mawar, juga kenanga untuk keperluan nyekar atau berziarah. Maklum hari itu hari pasar kembang cilik, dua sebelum lebaran tiba.

Sayang sampai di apotik Hikmah Fajar sang dokter sudah balik kampung alias mudik. Kami lalu menuju ke dokter anak yang ada di kampus Dracik. Disini juga nihil. “Kita coba ke RSU Kalisari,” ujarku. Suami mengarahkan mobil ke Kalisari. Sama aja, Poli anak hanya buka di hari Sabtu- Minggu.

Mau tak mau kami ke Pekalongan. Padahal, aku belum punya gambaran di mana yang buka dokter anak. Pikiranku cuma satu, ketemu dokter anak. Sebab sudah aku beri empat kali obat penurun panas, Edgin masih saja demam. Begitu ketemu Rumah Sakit Bakti Waluyo, kami langsung membelokkan mobil ke halaman rumah sakit itu. Beruntung praktek dokter anak tak libur dan dokternya tak mudik. Hanya saja Kami harus antre kurang lebih dua jam karena terlampau banyak anak yang sakit, bahkan ada beberapa dari Jakarta, Semarang juga Surabaya.

Aku menghela napas. Karena keinginan mudik ada yang kurang kami perhatikan. Kondisi si kecil. [DWY]

Entry filed under: Catatan. Tags: .

Istri Hak Azazi Anak

2 Komentar Add your own

  • 1. umybilqis  |  Oktober 9, 2008 pukul 7:11 am

    syukurlah akhirnya bisa menemukan dokter anak juga. mudah2an cepet sembuh.
    emang bener kalo mudik harus memprioritaskan si kecil, terutama obat2an, makan dan peralatan urgent lainya.
    alhamdulillah putriku bilqis (1tahun 2 bulan)baik-baik saja… bahkan dia senang sekali bisa mudik dan bertemu uyutnya.

    Balas
  • 2. dianing  |  Oktober 9, 2008 pukul 7:52 am

    Terimakasih, sekarang Edgin dah sembuh dah ceria lagi. Wah pasti mudik ibu sangat menyenangkan. Salam buat Bilqis dan tentunya anggota keluarga yang lain.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

Oktober 2008
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

TELAH DIBACA

  • 102,406 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy

  • Semoga di dekat kita tak ada anak yang terlantar sekolahnya. @spirit_kita 12 hours ago
  • Saya tak kuasa membayangkan tubuhnya yang menua masih mencuci/menyeterika demi sekolah cucu. @spirit_kita 12 hours ago
  • Beruntung nenek yg buruh mencuci dan menyeterika, masih semangat menyekolahkan cucunya, meski sesungguhnya nenek tak berdaya. @spirit_kita 12 hours ago
  • Ada remaja yg ditinggalkan ayah dengan tak menafkahi ibunya sama sekali, sementara sang ibu tak peduli dengan pendidikan anak. @spirit_kita 12 hours ago
  • Dalam minggu ini dapat cerita juga melihat sendiri, bagamana sebagian anak kita kesulitan mendapatkan pendidikan. @spirit_kita 12 hours ago

%d blogger menyukai ini: