Istri

September 22, 2008 at 7:41 pm 2 komentar

Melihat Para Pencari Tuhan kemarin dini hari, mengingatkan saya pada lirik lagu yang mengatakan istri yang saleh adalah hiasan dunia. Tentu memiliki istri saleh dambaan setiap laki-laki. Aku terkesima dengan kesalehan Mira, yang begitu tulus menemani Asrul sampai-sampai menjelang dua hari kelahiran bayinya, ia tetap tenang dan terseyum. Asrul belum juga mendapatkan biaya untuk persalinan.
Melahirkan bukan perkara mudah, istri harus siap jasmani dan rohani dan tampaknya MIra memiliki itu meski dalam kemiskinan Asrul. Justru Asrul menitipkan wasiat yang menggetarkan pada anak-anaknya. Kelak, dalam wasiatnya ia ingin anak-anaknya hanya mengeluh dan mengaduh pada Tuhan dalam kemiskinannya. Katanya, doa anak yatim, papa dan yang terzalimi menggetarkan tiang-tiang Arsy, subhanaAllah.
Saya setuju, sangat setuju. Tapi apa enaknya hidup dalam kemiskinan. Aku membayangkan para istri yang bergulat dengan kemiskinan, apakah mereka memiliki kesalehan dan ketabahan seperti MIra?
“Kalau ada, luar biasa,” saya terkejut tiba-tiba ada suara di belakangku. Refleks aku menoleh. Ya Allah, ternyata Mbak In. Kapan dia datang ke rumah. Tanpa menunggu pertanyaanku dia berujar semalam dia datang ke rumah karena melihat ada yang aneh, pintu rumah terbuka sedikit, tetapi rumah sudah sunyi. Terpaksa ia masuk rumah dan mengunci dari dalam. Sementara aku sudah terlelap. “Kamu teledor, terlalu teledor.”
Aku menelan ludah. Semalam saya terlalu mempercayakan pintu rumah kepada anak-anak yang asik nonton TV, sedang saya yang kelelahan langsung rebah di tempat tidur, untung ada Mbak In. Saya pandangi ia. Matanya tertuju ke laptop “Hm kalau aku memilih jadi istri yang saleh dari suami yang kaya raya. Sebab dengan kekayaan yang melimpah kita memiliki kesempatan memberi.” Mbak In menatapku setelah itu.” Kemiskinan itu Jeng, dekat dengan kufur. Kekufuran dekat dengan kekafiran. Mengerikan. Aku pikir Tuhan lebih mencintai orang yang kaya raya tetapi tetap saleh.” Saya mengangguk. “Satu lagi, jangan teledor untuk kedua kalinya apalagi ketiga kali.” Saya mengangguk-angguk seraya mengantarnya ke ambang pintu. Di ujung gang terdengar satpam mengingatkan orang untuk sahur. Aku pandangi punggung Mbak In yang menjauh, memaknai kalimatnya yang kali ini cukup panjang.
Dianing WY

Iklan

Entry filed under: Catatan.

Mudik Mudik

2 Komentar Add your own

  • 1. si pemimpi  |  September 24, 2008 pukul 6:37 pm

    lho? ada lagi to para pencari tuhan? apa lanjutannya yang dulu? wah… saya langsung excited ini. di tivi apa jam berapa?

    btw, saya pernah mengulas para pencari tuhan yang dulu, ini di sini

    Balas
  • 2. dianing  |  September 26, 2008 pukul 5:09 pm

    Di SCTV Mas. Pas sahur dan jam enam sore (ulangannya). Salam.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

September 2008
S S R K J S M
« Agu   Okt »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

TELAH DIBACA

  • 103,212 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy


%d blogger menyukai ini: