Mudik

September 19, 2008 at 3:54 pm Tinggalkan komentar

Tak terasa ramadhan sudah memasuki minggu ke dua, sebentar lagi minggu ke tiga dan sebentar lagi lebaran. Mengenai lebaran, sejak hari pertama, Fira, anak pertamaku, sudah menghitung dan menunggu hari bahagia itu tiba. Dia pengen buanget pulang kampung.
Memang lebaran kemarin kami tak bisa pulang karena sesuatu hal. Sebenarnya aku lebih suka pulang kampung selain hari Raya. Kemacetan yang membuat aku enggan. Tetapi toh pulang di saat lebaran memang memiliki kenikmatan tersendiri. Kita bisa berkumpul kembali dengan saudara setelah satu tahun berjauhan.Saling tanya kabar dan saling memaafkan.
Dalam perjalanan menuju kampung, tak jarang aku lihat pemandangan heroik. Para pemudik sampai-sampai menaruh barang di atas mobil. Apa yang dibawa? Saya suka bertanya sendiri. Adakah baju atau barang dari Jakarta dan kampung ada bedanya? Saya rasa tak jauh beda. Sama. Kok repot amat ya?
Kalau dihitung-hitung biaya mudik itu besar. Dari menyiapkan mobil, perlu ganti ban nggak? Lihat ini itu seperti rem, ac, pokoknya semua. Termasuk bensin yang tak pernah jenuh naik setiap ganti presiden. Belum biaya selama perjalanan. Berbeda kan ketika pulang di hari biasa.
Mudik memang sarat dengan gengsi. Kalau kita bisa mudik dengan membawa mobil sendiri, memakai baju bagus dengan segala aksesoris yang wah, rasanya orangtua dan saudara juga bangga. Ini lho anakku sukses di Jakarta.
Lalu apa makna mudik saat lebaran? Itu yang masih aku cari. Adakah aku sudah mampu menjadi diri sendiri. Tetap bersahaja dan rendah hati. Toh di Jakarta atau di kampung, sama. Kita tak lain pengemis ulung di hadapan Tuhan.
Dianing WY

Iklan

Entry filed under: Uncategorized.

Pasuruan Istri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://novelweton.co.cc

INI BUKU SAYA, BACA YA…

Image and video hosting by TinyPic NOVEL TERBARU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

NOVEL SEBELUMNYA

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo.

ARSIP

KALENDER

September 2008
S S R K J S M
« Agu   Okt »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

TELAH DIBACA

  • 105,258 kali

Kategori

TWITTER: @dianingwy


%d blogger menyukai ini: